Jenis-jenis Vitamin, Sumber, Fungsi, dan Akibatnya jika Tubuh Kekurangan

3426

Jenis-jenis Vitamin, Sumber, Fungsi, dan Akibatnya jika Tubuh KekuranganVitamin bukanlah sumber energi, tetapi harus ada dalam tubuh manusia walaupun hanya dalam jumlah kecil. Kehadiran vitamin dalam tubuh memiliki fungsi khusus dan tidak dapat digantikan. Jenis-jenis vitamin tertentu, misalnya vitamin A, C, dan E, berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menetralisir radikal bebas.

Jenis-jenis Vitamin, sumber, fungsi dan akibat kekurangannya

Vitamin penting bagi pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan, dan reproduksi. Seseorang yang kekurangan vitamin dapat menderita defisiensi atau avitaminosis. Pada umumnya, seseorang menderita avitaminosis karena pola makan yang salah atau cara pengolahan makanan yang dapat merusak vitamin.

Henis-jenis Vitamin yang larut dalam lemak

Jenis Contoh sumber Fungsi Akibat kekurangan
Vitamin A (retinol) Hati, susu, mentega, keju, margarin yang diperkaya, wortel, dan bayam. Menjaga kesehatan mata, hidung, mulut, pencernaan, dan sistem pembuangan air seni. Hemeralopia, xeroftalmia, dan keratomalasia.
Vitamin D (kolekalsiferol) Susu yang diperkaya, keju, dan kunig telur. Membantu metabolisme kalsium dan fosfor untuk kesehatan tulang dan gigi. Rakitis dan osteoporosis.
Vitamin E (tokoferol) Minyak nabati, biji-bijian, sayuran hijau, dan kecambah. Mencegah dan mempertahankan selaput sel. Keguguran.
Vitamin K Sayuran hijau, kedelai, dan hati sapi. Berguna dalam persenyawaan protrombin (berguna untuk pembekuan darah). Darah sukar membeku.

Jenis-jenis Vitamin yang larut dalam air

Jenis Contoh sumber Fungsi Akibat kekurangan
Vitamin B1 (thiamin atau aneurin) Ragi, nasi, roti, serelia, hati, unggas, telur, ikan, buah, dan sayuran. Membantu metabolisme dan mengubah karbohidrat menjadi energi. Beri-beri, dan tubuh pegal-pegal.
Vitamin B2 (riboflavin) Produk susu, hati, ragi, gandum, serealia, sayuran daging tanpa lemak, dan unggas. Membantu pengeluaran energi, serta menjaga kesehatan kulit, selaput lendir, dan susunan saraf. Keilosis (bibir pecah-pecah, sudut mulut luka).
Vitamin B3 (Niasin) Hati, ayam, kalkun, tuna, telur, susu, biji-bijian, buah, sayuran, roti, dan serealia yang diperkaya. Membantu mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi. Penting untuk pertumbuhan, serta membantu persenyawaan hormon. Pelagra, diare, dementia, dan dermatitis.
Vitamin B6 (piridoksin, piridoksamin) Susu dan hati, daging tanpa lemak, roti gandum, dan serealia. Membantu lebih dari 60 reaksi enzim. Pelagra, anemia, obstipasi, dan sembelit.
Vitamin B12 Hati, daging, telur, susu, kepiting, kerang, jeroan, tempe dan taoge. Membantu persenyawaan sel darah putih dan merah, serta membantu reaksi metabolisme. Anemia.
Vitamin C (Asam askorbat) Brokoli, taoge, jeruk besar, sayuran, dan buah segar. Membantu mempertahankan dan memperbaiki jaringan yang berhubungan, tulang, gigi, dan tulang rawan; serta mempercebat pertumbuhn. Sariawan, pendarahan kulit, kerusakan sendi.

Jenis-jenis vitamin lainnya

Vitamin-vitamin berikut tidak begitu familiar, tetapi tidak kalah penting dengan yang telah disebutkan di atas.

Asam folat

Sumber, terutama hati dan berbagai jenis sayuran. Fungsi asam folat, membantu produksi sel darah dan membantu mempertahankan susunan saraf. Akibat kekurangan vitamin ini diantaranya: anemia, kehilangan selera makan, dan diare.

Vitamin H

Hampir semua jenis makanan merupakan sumber itamin H. Fungsinya sebagai perantara metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Akibat kekurangan: dermatitis (radang kulit).

Asam pantotenat

Sumber: telur, hati, kacang merah, kacang tanah, sayuran, dan ikan. Fungsi: membantu proses metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein/proses oksidasi. Akibat kekurangan: alergi, mual, dan sakit perut interitis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.