Mikroorganisme – Jenis, Ciri, dan Sifatnya

escherichia coli adalah mikroorganisme

Mungkin Anda berpikir mikroorganisme hanya mencakup bakteri, virus, dan protista. Anda tidak sepenuhnya salah tetapi Anda tidak sepenuhnya benar juga. Pada kenyataannya, makhluk ini ada hampir pada semua tingkatan takson dalam kehidupan. Mereka bukan hanya makhluk hidup prokariot, tetapi ada juga yang eukariot. Bahkan beberapa ada yang bisa digolongkan ke dalam Kingdom Fungi dan Animalia.

Jenis-jenis Mikroorganisme

Berikut ini adalah jenis-jenis mikroorganisme berdasarkan ciri dan sifatnya.

Eubacteria, memang Mikroorganisme

Bakteri tidak memiliki lapisan membran inti, itulah sebabnya disebut sebagai prokariot. Bakteri juga tidak memiliki organ yang bermembran. Organisme ini merupakan uniseluler, bisa hidup sendiri atau membentuk koloni. Reproduksi bakteri berlangsung sangat cepat, pada kondisi lingkungan yang optimal untuk tumbuh, mereka membelah setiap sepuluh menit.

escherichia coli adalah mikroorganisme
SEKELOMPOK BAKTERI ESCHERICHIA COLI DIPERBESAR 10.000 KALI.*

Kebanyakan organisme dari kingdom Eubacteria (bakteri) berukuran renik dan tidak terlihat kecuali dengan bantuan mikroskop. Akan tetapi, ada satu jenis yang bisa dilihat langsung karena ukurannya cukup besar, yaitu Thiomargarita namibiensis. Ukurannya hampir 1 mm (750 µm). Bakteri lain, Escherichia coli, hanya berukuran 1 µm. Perlu pembesaran 10.000 kali untu melihatnya dengan baik.

Archaebacteria

Archaebacteria juga termasuk organisme prokariot. Mereka berbeda dari bakteri pada tingkat genetis dan susunan biokimianya. Misalnya, pada bakteri dinding sel tersusun atas fosfogliserida, pada Archae dinding selnya tersusun atas lemak ester. Mikroorganisme ini umumnya hidup dalam lingkungan ekstrim, misalnya dalam sumber air panas. Mereka juga mampu hidup pada daerah yang kandungan gas metannya tinggi.

Protista

Protista umumnya merupakan organisme uniseluler. Selain itu ada juga yang multiseluler namun tidak membentuk jaringan yang terdiferensiasi. Organisme ini bersifat eukariotik dan sangat beragam jenisnya. Beberapa jenis ada yang mirip hewan dan sebagian yang lain mirip tumbuhan. Contoh protozoa mirip hewan, Trypanosoma pallidum, yang mirip tumbuhan misalnya ganggang. Adapun yang mirip jamur, contohnya jamur lendir.

Ciri protista, sebagian bereproduksi melalui konjugasi (kawin), sebagian melalui pembelahan biner (tidak kawin). Beberapa anggota kelompok ini menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, juga tumbuhan. Namun, tidak sedikit yang memberikan keuntungan bagi manusia. Contoh, Chlorella dan Spirulina bermanfaat sebagai sumber makanan.

Animalia, ada juga yang tergolong ke dalam mikroorganisme

Memang kebanyakan hewan adalah organisme multiseluler. Akan tetapi, ada juga hewan-hewan yang terlalu kecil yang tak terlihat oleh mata telanjang. Misalnya, Arthropoda berukuran sangat kecil seperti kutu debu. Jenis lain, yaitu Crustacea mikroskopis, seperti Copepoda, ini bermanfaat sebagai pakan ikan, ia juga renik. Makhluk sangat kecil ini bereproduksi secara kawin maupun tidak kawin.

Fungi

Beberapa jenis fungi (jamur) ada yang tergolong ke dalam organisme uniseluler, misalnya ragi. Organisme ini bersifat eukariotik dan beberapa jenisnya digolongkan sebagai mikroorganisme. Misalnya Candida albicans, dapat hidup sebagai sel tunggal atau berkelompok membentuk hifa. Ciri fungi antara lain, bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual fungi dengan membentuk tunas (budding), pembelahan biner, atau membentuk spora aseksual. Ketika jamur memproduksi spora seksual, maka reproduksi seksual dapat terjadi. Contohnya basidiospora pada Basidiomycota adalah spora seksual.

Virus

Walaupun tubuh virus berukuran renik, tetapi ia tidak tergolong ke dalam mikroorganisme. Beberapa ahli bahkan tidak menggolongkan virus sebagai makhluk hidup. Salah satu alasannya, ciri-ciri kehidupan pada virus hanya muncul jika virus sedang menginfeksi inangnya.

*Foto oleh Eric Erbe, pewarnaan digital oleh by Christopher Pooley. Gambar ini dirilis oleh Agricultural Research Service.
1 comment
  1. 1. Mengapa bakteri thiomargarita namibiensis dikatakan sebagai jenis bakteri yang terbesar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Post
porifera

Porifera (Hewan Berpori atau Hewan Spons)

Next Post
rambut atau bulu

Perbedaan Bulu dan Rambut Menurut Ahli Biologi

Related Posts