Invertebrata: Klasifikasi 8 Filum

klasifikasi hewan invertebrata

Pernahkah kamu melihat lalat, cacing tanah, bekicot, atau luing? Hewan-hewan tersebut adalah hewan invertebrata. Kelompok hewan ini mencakup 95% dari seluruh jenis hewan. Itu artinya jumlah dan jenis mereka sangat banyak. Dapatkah kamu menyebutkan contoh hewan invertebrata yang lain?

Semua hewan invertebrata memiliki persamaan ciri yaitu tidak memiliki tulang punggung atau tak bertulang belakang. Ciri-ciri khusus di antara mereka menjadi dasar pengelompokan sehingga mereka berada dalam kelompok yang berbeda, namun tetap berada dalam kelompok besar invertebrata.

8 Filum Invertebrata

Kelompok hewan invertebrata meliputi delapan filum yaitu Porifera, Coelenterata, Platyhelmintes, Nemathhelminthes, Annelida, Mollusca, Echinodermata, dan Arthropoda.

Berikut adalah uraian singkat kedelapan filum tersebut.

Porifera

Berasal dari kata porus (lubang kecil) dan ferre (membawa). Jadi, dari kedua kata tersebut dapat kita pahami bahwa porifera adalah hewan yang tubuhnya memiliki pori. Sebagian besar hidup di laut, menetap (sesil) pada dasar laut, sebagian kecil yng hidup di air tawar. Lebih lengkap tentang filum ini dapat Anda pelajari pada artikel Porifera (Hewan Berpori atau Hewan Spons).

Coelenterata (Cnidaria)

Anggota filum memiliki rangka tubuh yang mengandung zat kitin atau zat kapur. Mereka mendapat nama lain Cnidaria karena mempunyai knidosit, atau sel penyengat. Pada sistem klasifikasi terbaru, filum Coelenterata berubah nama menjadi filum Cnidaria. Filum ini terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa. Contoh anggota filum Cnidaria adalah ubur-ubur (Aurelia aurita).

Platyhelmintes

Kelompok cacing pipih, contoh: cacing pita, Planaria, dll. Bentuk spesies yang tergolong ke dalam filum ini adalah simetri bilateral dan tidak memiliki rongga tubuh. Tubuhnya tersusun atas tiga lapisan yaitu ektoderma, mesoderma, dan endoderma. Kelompok hewan invertebrata ini hidup secara parasit, misalnya cacing pita, tetapi ada juga yang hidup bebas di perairan. Filum Platyhelminthes terbagi tig kelas, yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (cacing isap), dan Cestoda (cacing pita).

Nemathelminthes

Anggotanya adalah cacing yang mempunyai bentuk tubuh yang silindris. Permukaan tubuh tidak bersegmen, tertutup kutila yang tampak mengilap. Simetri tubuh bilateral. Hidup bebas dalam air dan tanah, ada pula yang hidup sebagai parasit pada tanaman dan saluran pencernaan manusia. Contoh Nemathelminthes: cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang, cacing filaria, dan cacing kremi (Oxyuris vermicularis).

Annelida

Beranggotakan cacing yang hidup di berbagai tempat, yaitu air laut, air tawar, dan daratan. Contoh: cacing wawo (Eunice viridis), cacing tanah Asia (Pheretima posturna), lintah (Hirudo medicinalis), pacet (Haemadipsa zeylanica), dll. Mereka hermafrodit, namun saat fertilisasi tetap melibatkan dua individu cacing. Annelida terbagi menjadi tiga kelas: Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.

Mollusca: invertebrata bertubuh lunak

Bekicot (Achatina fulica), cumi-cumi (Loligo pealii), sotong (Sepia officinalis), gurita (Octopus sp.), dan kerang air tawar (Anodonta) adalah beberapa contoh Mollusca. Moluska hidup di laut, air tawar, dan darat. Tubuh mereka lunak dan terlindungi oleh cangkang yang keras. Namun, ada pula Mollusca yang tidak memiliki cangkang, contoh: cumi-cumi dan gurita. Biologiwan membagi moluska ke dalam lima kelas berdasarkan bentuk kaki, simteri tubuh, cangkan, dan mantel. Kelima kelas tersebut adalah Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Cephalopoda, dan Pelecypoda.

Echinodermata

Mereka adalah invertebrata berkulit duri, contoh: bintang laut (Astropecten duplicatus), bulu babi duri pendek (Echinus esculintus), lili laut bertangkai (Antedon), dan teripang hitam (Holothuria atra).

Arthropoda

Arthropoda adalah invertebrata yang memiliki kaki beruas-ruas, contoh: udang, kepiting, laba-laba, lipan, dan serangga)

    Peran Invertebrata bagi Kehidupan

    Hewan invertebrata memainkan peran penting dalam ekosistem dan kehidupan manusia. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

    1. Sebagai sumber makanan: Hewan invertebrata seperti udang, lobster, kerang, dan kepiting merupakan makanan yang populer di seluruh dunia. Selain itu, belalang dan jangkrik juga sering dimakan di beberapa negara.
    2. Mengatur populasi makhluk hidup lain: Teripang dan remis dapat membantu menjaga kualitas air laut dengan memakan sisa-sisa makanan dan zat limbah organik. Sementara itu, kepiting dan udang dapat membantu mengontrol populasi moluska dan plankton.
    3. Meningkatkan kesuburan tanah: Cacing tanah dan serangga seperti lebah dan kupu-kupu membantu meningkatkan kesuburan tanah dengan cara memecah daun dan bahan organik lainnya sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi lebih efektif.
    4. Menjadi sumber obat-obatan: Banyak hewan invertebrata menghasilkan senyawa-senyawa kimia yang dapat digunakan sebagai obat-obatan seperti antibiotik, antikoagulan, dan anti-inflamasi.
    5. Sebagai indikator kesehatan lingkungan: Kehadiran atau ketiadaan beberapa spesies hewan invertebrata dapat menunjukkan kondisi lingkungan yang sehat atau tidak. Misalnya, jumlah cacing tanah yang tinggi menunjukkan bahwa tanah tersebut subur dan sehat.
    6. Menambah nilai estetika: Kupu-kupu, kumbang, dan bunga madu merupakan contoh hewan invertebrata yang indah dan memiliki nilai estetika yang tinggi bagi manusia.

    Demikianlah beberapa peran penting yang dimainkan oleh hewan invertebrata dalam ekosistem dan kehidupan manusia.

    Jika kamu memiliki pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar atau pergi forum.

    70 comments
    1. Nama:Fauziah jihan lathifah
      Kelas :X MIPA 6

      pertanyaan:
      1.mengapa arthropoda dapat ditemukan hampir di semua habitat?

      1. cacing gelang betina dapat bertelur hingga 200.000 telur setiap harinya. Mulanya, telur cacing yang tertelan oleh manusia akan menetas di dalam usus menjadi bentuk larva. Larva cacing kemudian menembus dinding usus dan terbawa oleh aliran darah menuju paru-paru. Larva pun hidup di organ ini sampai menjadi cacing dewasa. Kemudian cacing gelang bergerak ke tenggorokan. Cacing gelang yang ada di tenggorokan bisa terbawa oleh batuk atau tertelan lagi.

    2. Nama: Nurul Afni Aulia
      Kelas: X MIPA 6

      Apa saja jenis porifera yang bermanfaat bagi manusia?

      1. Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi. Zat kimia yang dihasilkan dapat digunakan untuk pengobatan kanker. Hewan Demospongia yang hidup di laut dangkal dapat dimanfaatkan oleh manusia, misalnya spons untuk mandi dan pembersih kaca. Porifera yang biasa hidup di laut ini pada umumnya sebagai bahan dasar spons juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan dalam farmasi yang memberikan pengaruh yang luas untuk kesehatan. secara tidak langsung, bisa dimanfaatkan untuk anti-inflammatory, antitumor, dan antibiotik. Tumbuhan spons merupakan salah satu organisme laut yang bisa diolah sebagai bahan pangan.

    3. Soal
      Mengapa hewan Cnidaria memiliki bentuk tubuh Medusa dan polip?

      Jawaban:
      karena mereka memiliki dua bentuk tubuh dasar, medusa yang berenang bebas sementara polip berbentuk sessile, cnidaria memiliki daur hidup dengan tingkat perkembangan polip aseksual dan medusa seksual.

      1. 3rd.-Filum Porifera
        -Filum coelenterata
        -Filum Platyhelminthes
        -Filum Nemathelminthes
        -Filum Annelida
        -Filum Mollusca
        -Filum Echinodermata
        -Filum Arthropoda

      2. Nama : Sabdo nurulloh
        Kelas : X MIPA 6
        Hari/tanggal : Rabu/17 Maret 2021
        ____________________________Hewan invertebrata dibagi menjadi depalan klasifikasi sebagai berikut:

        1. Porifera atau Sponsa, hewan yang memiliki tubuh berpori. Contohnya spons, spons air tawar (spongilla), sycon, dan lain-lain.

        2. Coelenterata atau Cnidaria, hewan yang memiliki tubuh berongga. Contohnya anemon laut, Physalila, Hydram dan lain-lain.

        3. Platyhelminthes, hewan yang memiliki tubuh pipih. Contohnya cacing pita cacing hati dll

        4. Nemathelminthes, hewan yang memiliki tubuh gilig atau silindris. Contohnya cacing kremi.

        5. Annelida, hewan yang memiliki tubuh bulat memanjang dan beruas-ruas. Contohnya cacing tanah dan lintah.

        6. Mollusca, hewan yang memiliki tubuh lunak, tetapi sebagian hewan molusca memiliki cangkang untuk menutupi tubuh lunaknya. Contohnya cumi-cumi, bekicot sotong,gurita dan lain-lain.

        7. Arthopoda, hewan yang memiliki kaki yang beruas-ruas. Dalam klasifikasinya, Arthropoda dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu Crustacea (golongan udang dan kepiting), Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba), Myriapoda (golongan luing dan lipan), dan Insecta (golongan serangga).

        8. Echinodermata, adalah Kelompok hewan ini merupakan kelompok hewan berkulit duri. Lapisan tubuhnya triploblastik dan berbentuk simetri bilateral saat masih larva. Setelah dewasa. tubuhnya menjadi simetri radial. Rangka ubuh hewan ini terdiri atas lempeng-lempeng kapur Hal ini karena epidermisnya diperkuat oleh kepingan kapur (onikula). Epidermis dilengkapi dengan tonjolan duri-duri halus dari kapur. Mesodermis mengandung endoskeleton yang dapat digerakkan dan terkat pada lempengan kalkareus. Hewan ini bergerak meng gunakan kaki pembuluh (kaki ambulakral). Gerakan kaki pembuluh dapat terjadi akibat perubahan tekanan air. Kaki ambulakral ini berongga dan merupakan
        lanjutan dari sistem pembuluh air.
        Sistem pembuluh air ini berfungsi untuk bergerak, bernapas, dan untuk membuka cangkang mangsa hasil buruannya. Sistem pembuluh air tersusun dari

        bagian-bagian berikut.

        1) Madreporit yaitu lempeng dorsal yang berlubang lubang sebagai tempat masuknya air laut ke dalam sistem pembuluh air.

        2) Madreporikus (saluran batu) yaitu saluran penghubung antara madreporit dengan saluran cincin.

        3) Sirkomolaris (saluran cincin) yaitu saluran melingkar mengelilingi mulut.

        4) Saluran radialis merupakan cabang dari saluran cincin yang menuju ke setiap lengan dan berakhir pada kaki ambulakral.

        5) Saluran lateral yaitu saluran yang berasal dari saluran radial yang mengalirkan air ke ampula.

        6) Ampula yaitu gelembung otot yang berhubungan dengan setiap kaki ambulakral

        Berdasarkan bentuk tubuhnya, echinodermata dibagi menjadi lima kelas yaitu itu asteroidea, echinoidea, ophiuroidea, crinoidea, dan holothuroidea.

        Contohnya :
        1. Kelas asteroidea
        •astropecten duplicatus, crossaster papposus, dan oreaster occidentalis.

        2. Kelas echinoidea
        •echinus sp

        3.kelas ophiuroidea
        •Ophiothrix

        4.kelas crinoidea
        •holopus

        5. kelas holothuroidea.
        •cucumaria frondosa

    4. Nama: Natasya langkumo
      Kelas: X MIPA 6

      pertanyaan:
      1. Berdasarkan bentuk dan kandungan spikula, Porifera dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Calcarea,Hexactinellida,dan Demospongia. Bagaimana karakteristik masing-masing dari 3 kelas tersebut?

      1. Karakteristik:
        Calcarea: rangka tubuh calcarea bersifat kalkareus.hal ini karena spikulanya mengandung kalsium karbonat (kapur).sebagian spikulanya berbentuk monaxon dan triaxon sehingga tampak seperti duri” kecil. Anggota kelas ini banyak tersebar di laut dangkal di seluruh dunia.
        Hexactinellida: spikula hexactinellida mengandung banyak benang silikat atau kersik (SiO2). Sementara itu, spikulanya berbentuk triaxon dengan enam cabang. Bentuk hewan” pada kelas ini menyerupai gelas, silinder, atau corong.
        Demospongia: demospongia bertulang lunak dan tidak mempunyai rangka. Apabila ada yang memiliki rangka. Rangkanya tersusun daru serabut” spongin dengan spikula dari zat silikat. Bentuk spikulanya ada yang manaxon atau tetraxon.

    5. Nama : Sabdo nurulloh
      Kelas : X MIPA 6
      Hari/tanggal : Rabu/17 Maret 2021
      ___________________________________________
      Pertanyaan terkait materi hari ini :
      1. Seperti yang telah dijelaskan di materi tersebut bahwasannya sebagian besar anggota Arachnida bersifat merugikan manusia. Contoh caplak yang mengakibatkan penyakit kudis; Psoroptes equi mengakibatkan kudis pada ternak domba, kelinci, dan kuda, sena Ododectes dan Cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing. Pertanyaannya mengapa hal itu bisa terjadi dan apakah semua anggota Arachnida bersifat merugikan manusia ?

      1. Nama:Michael Galuanta
        Kelas:X MIPA 6
        ciri utama hewan invertebrata adalah mereka tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Selain itu invertebrata juga merupakan organisme multiseluler. Ini artinya vertebrata tidak memiliki dinding sel. Invertebrata juga tidak memiliki rangka dalam (endoskeleton) yang keras.

      2. Nama : Sabdo nurulloh
        Kelas : X MIPA 6
        Hari/tanggal : Rabu/17 Maret 2021
        ___________________________________________
        Jawab :
        1. Secara garis besar kingdom animalia dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu golongan vertebrata (hewan bertulang belakang) dan golongan invertebrata (hewan tak bertulang belakang). Ciri utama yang memisahkan invertebrata dari organisme lain adalah tidak adanya tulang belakang dan tulang punggung. Mereka adalah organisme multiseluler, yang berarti mereka benar-benar tidak memiliki dinding sel

        Berbeda dengan vertebrata yang memiliki rangka tubuh di dalam berupa tulang, hewan invertebrata memiliki susunan rangka di luar.
        Fungsinya tentu untuk melindungi bagian tubuh hewan yang biasanya lunak.

        Ciri-Ciri Hewan Invertebrata

        Seperti yang telah dijelaskan, ciri utama hewan invertebrata adalah mereka tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung.
        Selain itu invertebrata juga merupakan organisme multiseluler. Ini artinya vertebrata tidak memiliki dinding sel.

        Invertebrata juga tidak memiliki rangka dalam (endoskeleton) yang keras. Sedangkan rangka luar (eksoskeleton) yang keras.

        Karena rangka tulang sederhana itulah kebanyakan hewan invertebrata memiliki ukuran tubuh yang kecil dan juga bergerak cenderung lamban.

        Invertebrata tidak memiliki paru-paru untuk proses pernapasannya. Kebanyakan dari mereka bernapas dengan kulit.

        Pembagian tubuh ewan invertebrata hanya dibagi menjadi tiga, yaitu kepala, dada, dan perut.

        Dan mereka tidak dapat membuat makanannya sendiri atau yang biasa di sebut dengan heterotrof

        Hewan invertebrata dibagi menjadi depalan klasifikasi sebagai berikut:

        1. Porifera atau Sponsa, hewan yang memiliki tubuh berpori. Contohnya spons, spons air tawar (spongilla), sycon, dan lain-lain.

        2. Coelenterata atau Cnidaria, hewan yang memiliki tubuh berongga. Contohnya anemon laut, Physalila, Hydram dan lain-lain.

        3. Platyhelminthes, hewan yang memiliki tubuh pipih. Contohnya cacing pita dan cacing hati.

        4. Nemathelminthes, hewan yang memiliki tubuh gilig atau silindris. Contohnya cacing peru dan cacing kremi.

        5. Annelida, hewan yang memiliki tubuh bulat memanjang dan beruas-ruas. Contohnya cacing tanah dan lintah.

        6. Mollusca, hewan yang memiliki tubuh lunak, tp sebagian hewan molusca memiliki cangkang untuk menutupi tubuh lunaknya. Contohnya cumi-cumi, siput, keran, dan lain-lain.

        7. Arthopoda, hewan yang memiliki tubuh yang beruas-ruas. Contohnya nyamuk, belalang, lebah, ulat, dan kepiting.

        8. Echinodermata, hewan yang memiliki tumbuh yang dipenuhi oleh duri. Contohnya bintang laut, teripang, landak laut, dan lain-lain.

    6. Nama : JOFANDRY HALIKE
      Kelas : X MIPA 6
      Hari/Tanggal : Rabu, 17-03-2021
      Pertanyaan :
      1. Porifera merupakan hewan yang hidup dengan cara sessil atau menetap di dasar perairan. Bagaimanakah cara Porifera dapat memperoleh makanannya?

      1. Nama Natasya langkumo
        Kelas X MIPA 6

        Saya akan menjawab pertanyaan dari teman saya jofandri Halike.
        Jawaban saya:
        cara porifera mendapatkan makanan disebut dengan istilah Filter Feeder yaitu dengan cara menyaring partikel-pertikel makanan yang terbawa arus melewati tubuhnya. Makanan diperoleh dengan cara mengalirkan air melalui ostium ke dalam spongiosel. Air digerakkan oleh flagelata yang terdapat pada koanosit. Terimakasih

      2. Nama : Sabdo nurulloh
        Kelas : X MIPA 6
        Hari/tanggal : Rabu/17 Maret 2021
        ___________________________________________
        Porifera memiliki saluran air yang unik. Air masuk melalui dinding tubuhnya yang berpori. Air tersebut kemudian disaring oleh sel-sel koanosit. Pada bagian dalam sel-sel ini terdapat flagela yang berperan menangkap makanan yang terangkut dalam air. Setelah itu, makanan dicerna di dalam koanosit. Setelah dicerna, zat makanan diedarkan oleh sel-sel amoebosit ke sel-sel lain. Zat sisanya dikeluarkan bersama sirkulasi air oleh spongosol melalui oskulum Sistem saluran air pada Porifera ada tiga tipe yaitu asconoid, syconoid, dan leuconoid/rhagon.

        1) Tipe Asconoid
        Tipe ini merupakan tipe yang paling sederhana. Lubang-lubang ostium pada tipe ini langsung dihubungkan dengan saluran lurus yang menuju spongosol. Contoh Leucosolenia sp.
        2) Tipe Syconold Pada tipe ini lubang-lubang ostium dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol. Rongga-rongga ini dilapisi oleh koanosit Contoh Scypha sp.
        3) Tipe Leuconoid atau Rhagon
        Pada tipe ini lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan dengan spongosol. Contoh Spongia sp.

      3. Nama : Fransisca Aprilia Tarabu
        Kelas : X mipa 5

        Jawaban :
        Porifera memperoleh makanannya dengan cara menarik air masuk ke dalam tubuhnya melalui dinding tubuhnya yang berpori-pori (Ostium). Air tersebut kemudian disaring oleh sel-sel koanosit. Pada bagian dalam sel-sel itu terdapat flagela yang berperan menangkap makanan yang terangkut ke dalam air. Setelah itu, makanan dicerna di dalam koanosit. Setelah dicerna, zat makanan diedarkan oleh sel-sel amoebosit ke sel-sel lain. Zat sisanya dikeluarkan bersama sirkulasi air oleh spongosol melalui oskulum.

    7. 1. Ada beberapa mollusca, seperti siput, kerang, sotong dan cumi-cumi yang banyak dikonsumsi manusia. Apakah populasi hewan-hewan tersebut dapat berkurang dengan seringnya dikonsumsi? Lalu jika tidak bagaiamana cara mejaganya?

    8. Apakah pembentukan mutiara pada tiram trjadi krna aktivitas cangkang? bagaimana terjadi pembentukannya?

      1. Ya, pembentukkan mutiara pada tiram mutiara merupakan proses yang terjadi karena aktivitas cangkang. Jika ada benda asing di luar tubuh yang tidak sengaja masuk ke dalam , benda asing tersebut akan disimpan dalam suatu kantong kecil dalam mantel. Di dalam mantel disekresikan banyak nakreas oleh lapisan epitelium kantong tersebut. Sedikit demi sedikit lapisan nakreas melapisi benda asing tersebut hingga menjadi mutiara.

        1. Penambahan sedikit dari saya,
          Benda asing itu bisa berupa pasir salah satu contohnya,ketika pasir masuk ke dalam tubuh kerang
          Maka tubuh kerang akan mengeluarkan getahnya untuk membalut pasir pasir yang masuk itu,proses itu terjadi selama bertahun tahun dan akhirnya terbentuklah mutiara.

      1. Proses Pertumbuhan Cacing Gelang di Dalam Tubuh
        Mulanya, telur cacing yang tertelan oleh manusia akan menetas di dalam usus menjadi bentuk larva. Larva cacing kemudian menembus dinding usus dan terbawa oleh aliran darah menuju paru-paru. Larva pun hidup di organ ini sampai menjadi cacing dewasa.

      2. Nama : Leonard Ravenvil Albert

        Cacing gelang hanya berkembang biak secara seksual. Telur yang sudah keluar dari tubuh inang bersama feses. Apabila telur tertelan bersama makanan, didalam usus halus telur ini menetas dan tumbuh menjadi larva kecil di usus. Setelah itu, larva menembus dinding usus masuk ke dalam peredaran darah. Larva melalui aliran darah menuju ke paru-paru dan selanjutnya ke trakea. Apabila tertelan sampai ke usus halus, larva akan tumbuh menjadi cacing dewasa. Infeksi cacing ini berlangsung secara pasif. Cacing ini akan menghisap makanan di dalam usus manusia

    9. Nama : Grace Thereza Natalia Yabisi
      Kelas : X mipa 6
      Hri/tgl : Rabu/17/Maret/2021
      Pertanyaan:
      1.Apakah setiap Jenis hewan Invertebrata memiliki ciri ciri morfologi yang sama?

      1. Nama : JOFANDRY HALIKE
        Kelas : X MIPA 6
        Hari/Tanggal : Rabu, 17-03-2021

        Saya akan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Grace Thereza Natalia Yabisi,
        Setiap jenis hewan Invertebrata mempunyai ciri khas atau klasifikasi yang sama yaitu mereka tidak memiliki tulang belakang, pada umumnya mereka mempunyai tubuh yang kecil karena mereka memiliki struktur tubuh yang tidak terlalu lengkap dan yang perlu diketahui hewan invertebrata tidak memiliki tulang endoskeleton keras. Invertebrata juga adalah sebuah organisme multiseluler yang tidak memiliki dinding sel.
        Namun, tidak semua hewan invertebrata memiliki ciri – ciri morfologi yang sama, karena setiap hewan morfologi tentu saja memiliki karakteristik tersendiri yang membuat mereka unik contohnya pada filum Porifera mereka adalah hewan yang memiliki ciri morfologi hidup dan menetap di dasar perairan (sessil), pada filum Nemathelminthes (cacing giling) mereka hidup bebas di dalam air dan juga bisa di dalam tanah, dan beberapa anggota filum Nemathelminthes lainnya hidup parasit yang dapat berkembang di dalam usus manusia. Jadi, dari dua karakteristik filum tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak semua hewan invertebrata memiliki ciri – ciri morfologi yang sama.

      1. Nama :Rani Saputri Nggaluku
        Kelas: X mipa 6

        Jawab
        1.dapat menjadi sumber pangan,seperti udang ,kepiting cumi” dan lain lain
        2.Dapat di manfaatkan sebagai spons sperti hewan filum porifera
        3.dapat menyuburkan tanah dan memperbaiki areasi tanah yang di lakukan oleh filum annelida
        4.pada filum anchinodermata seperti teripang brfungsi membersikN pantai

        1. Penambahan dari saya
          Peranan invertebrata dalam bidang lingkungan yaitu: Membentuk keanekaragaman (biodiversitas) dalam skala biosfer. Daya tarik ekowisata, misalnya ekosistem terumbu karang dengan keragaman koral, anemon, dan invertebrata lain sebagai tempat berlindung hewan invertebrata sehingga bisa menjadi daya tarik para wisatawan

      1. Sabagai sumber makanan. Beberapa filum invertebrata dapat menjadi sumber makanan untuk manusia dan hewan lainnya. Anggota kelompok mollusca (seperti remis hijau, cumi, cumi), krustasea (udang udangan) dan beberapa serangga (serangga) menjadi sumber makanan kaya protein khusus untuk manusia.

      1. Jawaban
        Hemimetabola adalah organisme yang mengalami metamorfosis namun tidak sempurna. Stadium yang dimiliki adalah telur, larva atau nimfa, semi imago, dan imago.
        Kalau Holometabola adalah organisme yang mengalami metamorfosis sempurna.
        Endopterygota, juga dikenal sebagai Holometabola, serangga dari subclass Pterygota yang melalui larva khas, pupa, dan tahap dewasa. Mereka menjalani metamorfosis radikal, dengan tahap larva dan dewasa berbeda jauh dalam struktur dan perilaku mereka. Ini disebut holometabolisme, atau metamorfosis lengkap.

      1. Nama: Jolian Martin Liemantika
        Kelas: X MIPA 5
        Pertanyaan
        Mengapa filum echinodermata dikelompokkan sebagai hewan berkulit duri ?

        1. Karena lapisan tubuhnya triploblastik dan berbentuk simetri bilateral saat masih larva. Setelah dewasa, tubuhnya menjadi simetri radial. Rangka tubuh hewan ini terdiri atas lempeng-lempeng kapur. Hal ini karena epidermisnya diperkuat oleh kepingan kapur (osikula). Epidermis dilengkapi dengan tonjolan duri-duri halus dari kapur. Mesodermis mengandung endoskeleton yang dapat digerakkan dan terikat pada lempengan kalkareus. Hewan ini bergerak menggunakan kaki pembuluh ( kaki ambulakral). Gerakan kaki pembuluh dapat terjadi akibat perubahan tekanan air. Kaki ambulakral ini berongga dan merupakan lanjutan dari sistem pembuluh air.

      1. Nemathelminthes (cacing gilig) mempunyai bentuk tubuh silindris (bulat memanjang). Permukaan tubuhnya tidak bersegmen, tetapi ditutupi oleh kutikula sehingga tampak mengilap. Hewan ini memilki bentuk tubuh simetri bilateral. Tubuh nemathelminthes tersusun triploblastik pseudoselomata.

      2. Nemathelminthes memiliki tubuh berbentuk bulat panjang seperti benang dengan ujung-ujung yang meruncing. Cacing ini memiliki rongga tubuh semu, sehingga disebut sebagai hewan pseudoselomata.Nemathelminthes tidak memiliki pembuluh darah dan sistem respirasi.

    10. Nama : Febe Priskila Asaria
      Kelas : X MIPA 5

      soal
      1). Bagaimana peran hewan invertebrata bagi kehidupan?

      1. Nama: Jolian Martin Liemantika
        Kelas: X MIPA 5
        Saya akan menjawab pertanyaan dari teman sekelas saya Febe
        Peranannya
        1. Kerangka spongia dari kelas porifera dimanfaatkan untuk spons mandi
        2. Cnidaria dari kelas anthozoa merupakan pembentuk ekosistem terumbu karang
        3. Cacing Wawo dan cacing palolo dapat dimakan dan mengandung protein
        4. Lintah untuk pengobatan tradisional
        5. Kerang mutiara sebagai penghasil mutiara

    11. Nama:Jelvi Tapano
      Kelas: x MIPA 5

      Soal
      1). Mengapa tubuh crinoidea berbentuk seperti bunga lili??

    12. Nama : Fransisca Aprilia Tarabu
      Kelas : X mipa 5

      Pertanyaan :
      Bagaimana urutan daur hidup Obelia sp yang tepat?

      1. Nama : Febe Priskila Asaria
        Kelas : X MIPA 5

        saya akan menjawab pertanyaan teman saya FRANSISCA APRILIA TARABU
        Jawaban
        zigot akan tumbuh menjadi blastula dan berkembang lagi menjadi larva planula. Dari larva planula dapat berubah menjadi polip dan masuk dalam daur hidup Obelia sp yang baru. Jadi, urutan daur hidup Obelia sp yang tepat adalah Polip → Medusa → Zigot → Blastula → Planula.

    13. Nama: Mufida Lailatus Sa’adah
      Kelas: X Mipa 5

      Pertanyaan:
      1. Bagaimana tahapan daur hidup serangga holometabola?

      1. Nama: Celsy Kristania
        Kelas:. X Mipa 5

        Jawaban:
        1) Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan daur hidup serangga Holometabola yaitu:
        Telur→larva→pupa→imago

    14. Nama : Anggun Julianda Lagumbang
      Kelas : X Mipa 5

      1. Bagaimanakah susunan 3 kelas rangka porifera?

      1. Atas susunan rangkanya porifera terbagi menjadi 3 kelas : CHD
        1. Calcarea : mempunyai spikula dari zat kapur contoh: – Leucosolenia, – Grantia, – Spykula
        2. Hexactinellida : mempunyai spikula dari silikat contoh: Euplectella
        3. Demospongiae : mempunyai spikula dari silikat bersama-sama spngin atau hanya spongin saja contoh: – Euspongia, spongilla

    15. Nama: Celsy Kristania
      Kelas: X Mipa 5

      Pertanyaan:
      1) Tubuh Mollusca tidak bersegmen tetapi bercangkang. Namun, ada pula Mollusca yang tidak memiliki cangkang. Mengapa hal itu bisa terjadi?

      1. Nama : Afriza Maharani Lasitata
        Kelas : X MIPA 5

        Saya akan menjawab pertanyaan dari Celsy Kristania.
        Jawab : Hal tersebut dikarenakan rangka eksternalnya mengalami reduksi menjadi rangka internal. Antara tubuh dan cangkangnya terdapat mantel. Mantel ini dapat menghasilkan bahan cangkang yang berupa kalsium karbonat.

    16. Nama : Afriza Maharani Lasitata
      Kelas : X MIPA 5

      Pertanyaan :
      Mengapa tubuh echinoidea termasuk simetri radial?

      1. Nama : Siti Salwa Ayunda Maurani kelas. : X MIPA 5

        Menjawab pertanyaan Afriza Maharani :
        Disebut sebagai Simetri Radial Karena tubuh Echinoidea berbentuk bulat dan seluruh tubuhnya berkulit duri menyerupai Landak. Namun, tubuh hewan ini tidak mempunyai lengan dan kaki ambulakralnya sangat pendek. Duri – duri yang ada di tubuhnya dapat digerakkan oleh otot dan digunakan untuk berjalan.

    17. Nama : Siti Salwa Ayunda Maurani. Kelas : X MIPA 5

      Pertanyaaan :
      Mengapa Coelentarata disebut juga sebagai Cnidaria?

      1. Nama: Mufida Lailatus Sa’adah
        Kelas: X Mipa 5

        Saya akan menjawab pertanyaan dari Siti Salwa Ayunda Maurani
        Jawab:
        1. Coelenterata disebut juga Cnidaria karena mempunyai knidosit atau sel penyengat yang terdapat pada lapisan ektoderma.

    18. Nama : Filliana Gloria Panegoro
      Kelas : X MIPA 5

      Apa fungsi sel koanosit pada porifera?

      1. Fungsi sel koanosit adalah berfungsi sebagai alat pencernaan makanan secara intraseluler. Sel ini memiliki ujung yang melekat dengan mesohil, dan ujung lainnya melekat dengan sel spongosol, berflagel, dan memiliki penjuluran yang dilapisi mukus.

    19. Nama: Janet Abigail Nathania Bane
      Kelas: X MIPA 5

      Bagaimanakah sistem pencernaan yang terdapat pada filum Coelenterata?

      1. Pada coelenterata mangsa dicerna di dalam rongga gastrovaskular yang berfungsi sebagai usus dan dapat dibagi menjadi dua yaitu pencernaan ekstraseluler dan pencernaan intraseluler. Pencernaan secara ekstraseluler yaitu dengan bantuan enzim yang terdapat pada gastrosol atau coelenteron yaitu semacam kantung yang berbatasan dengan gastrodermis. Sedangkan pencernaan secara intraseluler dengan cara dicerna oleh vakuola makanan yang terdapat di dalam rongga gastrovaskular, rongga ini dipisahkan oleh penyekat. Dalam rongga gastrovaskular makanan akan dicerna dengan sehingga menghasilkan sari makanan yang akan diedarkan ke seluruh tubuh secara difusi.

      1. Saya akan menjawab pertanyaan dari teman saya Zulfiah Lalu
        Jawaban saya:
        Karakteristik odonata yaitu
        •sayap membran berjumlah dua pasang
        •tipe mulut pengunyah atau penggigit
        •memiliki mata majemuk
        •larva hidup di air dan termasuk karnivora

    20. Nama: Nabila Saputri Ahajab
      Kelas: X MIPA 5

      Pertanyaaan:
      1. Apakah yang dimaksud dengan filum platyhelminthes?

      1. Platyhelminthes adalah filum dalam Kerajaan Animalia (hewan). Filum ini mencakup semua cacing pipih kecuali Nemertea, yang dulu merupakan salah satu kelas pada Platyhelminthes, yang telah dipisahkan.

    21. Nama: Nur Radipa Abatin
      Kelas: X mipa 5

      Pertanyaan:
      Apa yang di maksud
      dengan ovipositor
      dan spematika?

    Comments are closed.

    Previous Article
    Komponen Penyusun Ekosistem

    Komponen Penyusun Ekosistem

    Next Article
    Berkarier di Bidang Biologi

    Berkarier di Bidang Biologi

    Related Posts