Komponen Penyusun Ekosistem

Komponen Penyusun Ekosistem

Ada dua komponen penyusun ekosistem, yaitu abiotik dan biotik. Apakah kalian masih ingat apa itu ekosistem? Cobalah mengambil sebuah stoples kaca besar, lalu isilah hingga tiga perempatnya dengan air kolam. Tambahkan juga sedikit lumpur yang diambil dari dasar kolam. Satu lapisan setebal satu atau dua jari saja. Tambahkan beberapa tumbuhan tubuhan air. Sekarang kamu sudah berhasil membuat sebuah ekosistem. Selanjutnya mari kita pelajari bagian-bagian dari sebuah ekosistem.

Komponen Penyusun Ekosistem: Abiotik

komponen penyusun ekosistem

Yaitu benda-benda fisik dan kimia yang memengaruhi kehidupan organisme dalam suatu ekosistem. Apa saja jenisnya?

Air

Dalam kehidupan, air sangat diperlukan oleh makhluk hidup karena sebagian besar tubuhnya mengandung air. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji. Bagi manusia dan hewan, untuk diperlukan untuk minum dan sarana hidup lain, misalnya tempat ikan hidup dan berkembang biak.

Udara

Udara terdiri dari berbagai gas termasuk nitrogen (78 %), oksigen (20 %), dan karbon dioksida dalam jumlah sangat kecil. Makhluk hidup menggunakannya terutama untuk bernapas. Karbon dioksida digunakan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis.

Cahaya Matahari

Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi makhluk hidup. Mereka sangat berguna bagi tumbuhan hijau dan bakteri fotosintetik untuk melakukan proses fotosintesis. Ringkasnya, fotosintesis akan menghasilkan karbohidrat yang menjadi sumber energi tumbuhan itu sendiri, manusia, dan hewan.

Kelembapan

Kelembapan (kandungan upa air di udara) diperlukan oleh makhluk hidup dalam bertahan dari kekeringan. Setiap makhluk hidup memerlukan tingkat kelembapan yang berbeda-beda, misalnya jamur dan cacing memerlukan tempat yang sangat lembap.

Suhu

Setiap makhluk hidup memiliki batas minimal, optimal, dan maksimal terhadap suhu tertentu. Suhu memengaruhi proses biokimia dalam tubuh organisme. Alasannya karena reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluh hidup memerlukan enzim dan enzim dapat bekerja optimal dalam isaran suhu tertentu.

migrasi burung

Suhu juga dapat memengaruhi perkebangbiakan organisme tertentu, misalnya beberapa jenis burung bermigrasi ke tempat yang memiliki suhu yang cocok untuk berkembang biak. Tinggi rendahnya suhu sangat ditentukan oleh intensitas cahaya matahari yang diterima. Semakin tinggi intensitas cahaya matahari maka suhu udara semakin meningkat (panas).

Angin

Angin juga merupakan komponen penyusun ekosistem yang penting. Banyak tumbuhan mengalami penyerbukan karena serbuk sari terbang bersama angin dan jatuh di kepala putik bunga lain. Angin juga membantu penyebaran biji dan spora.

Tanah

Tanah banyak mengandung unsur hara yang angat diperlukan oleh organisme untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka menjadi rumah berbagai jenis organisme. Sebagai contoh, tumbuhan akan tumbuh baik pada lokasi yang subur. Jenis tanah yang berbeda memiliki sifat, tekstur, dan kandungan garam mineral yang berbeda pula. Ini memengaruhi keragaman organisme yang dapat hidup di dalamnya.

Topografi

Topografi adalah letak suatu tempat dipandang dari ketinggian atas permukaan air laut (altitude) atau dari sudut pandang garis bujur dan garis lintang (latitude). Ketinggian yang berbeda berakibat pada perbedaan penerimaan intensitas cahaya, kelembapan, tekanan udara, dan suhu udara. Oleh karena itu, topografi mempunyai pengaruh yang besar terhadap distribusi makhluk hidup terutama tumbuhan.

Iklim

Adalah keadaan cuaca rata-rata suatu tempat yang luas dalam waktu yang lama (kisaran 30 tahun0 yang terbentuk oleh interkasi udara, suhu, curah hujan, dan cahaya matahari. Iklim memiliki hubungan erat dengan komunitas tumbuhan dan kesuburan tanah. daerah yang beriklim tropis, seperti Indonesia, memiliki hutan yang lebat dan kenaekaragaman hayati yang melimpah. Sementara daerah subtropis memiliki ragam organisme yang lebih sedikit. Apakah kamu pernah melihat dalam video bahwa daerah kutub nyaris tidak memiliki tubuhan sama sekali?

pH

pH adalah penggambaran derajat keasaman atau kebasaan suatu tanah atau air. pH memngaruhi makhluk hidup, biasanya mereka memerlukan lingkungan yang memiliki pH netral. Makhluk hidup tidak dapat hidup di lingkungan yang terlalu asam atau terlalu basa, kecuali beberapa. Misalnya rumput Sporobolus alterniflorus dapat hidup pada lingkungan yang sangat asin. Tanah yang bersifat asam memiliki keanekaragaman organisme yang rendah, seperti tanah-tanah gambut wilayah Kalimantan.

Komponen Penyusun Ekosistem: Biotik

Komponen bitotik meliputi semua jenis makhluk hidup. Semuanya berinterkasi satu dengan yang lainnya untuk memenuhi keperluan hidup masing-masing terutama yang berkaitan dengan makanan dan tempat tinggal.

Produsen

Semua organisme autotrof (tumbuhan), yaitu dapat menyintesis makanannya sendiri. Mereka menyintesis sendiri senyawa organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi matahri mellaui proses fotosintesis. Produsen merupakan sumber energi utama bagi organisme lain. Oleh karena itu, kelangsungan hidup organisme lain bergantung kepada mereka. Selain tumbuhan, yang tergolong produsen adalah bakteri dan ganggang hijau biru.

Konsumen

Kamu dan saya, serta semua organisme yang dapat menyintesis makanannya sendiri adalah konsumen. Kita mencerna atau menelan seluruh atau sebagian organisme lain untuk memperoleh energi, juga bahan organik. Berdasarkan jenis makanannya, para ahli membagi konsumen menjadi tiga kelompok, yaitu:

contoh komponen biotik ekosistem
  • Karnivora, yaitu kelompok pemakan daging, misal harimau, kucing, dan serigala.
  • Herbivora, mereka adalah pemakan tumbuhan, misal kambing, sapi, kerbau, dll.
  • Omnivora, adalaj pemakan daging dan tumbuhan, misal ayam, tikus, dan manusia.

Dekomposer (Pengurai)

Pengurai merupakan komponen ekosistem yang mampu merombak sisa produk organisme atau organisme mati atau bangkai. Termasuk juga daun-daun yang berjatuhan dari pohon. Jika pengurai tak ada maka kamu dapat bayangkan akan sangat banyak sampah dan bangkai pada permukaan bumi. Dekomposer menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan zat-zat anorganik sederhana yang akan digunakan kembali oleh produsen.

Detritivor

Adalah organisme yang memakan serpihan-serpihan organik (detritus). Contoh organisme yang berperan sebagai detritivor adalah siput, luing, cacing tanah, dan kutu kayu.

Sekian materi tentang komponen penyusun ekosistem, selamat belajar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Posts