Tingkat Organisasi Kehidupan dalam Biologi

tingkat_organisasi_kehidupan

Biologi bukan sekedar kajian tentang organisme. Biologi juga mengkaji bagaimana hubungan antar organisme dan bagaimana organisme berhubungan dengan lingkungannya. Untuk memahami hubungan ini, biologiwan mempelajari tingkat organisasi kehidupan. Tingkat ini menyusun gambaran lengkap organisme dan bagaimana organisme cocok dengan sekelilingnya.

Baca juga: Hakikat Biologi Sebagai Ilmu

tingkat organisasi kehidupan

Salah satu sifat paling unik kehidupan adalah keteraturannya. Tuhan menyusun kehidupan ini dengan sangat teratur, dalam hirarki yang terdiri dari tingkatan-tingkatan struktural di mana setiap tingkat merupakan pengembangan dari tingkatan di bawahnya. Ilmuwan telah membagi dunia kehidupan menjadi beberapa tingkat mulai dari yang terendah, atom dan molekul hingga sel, kemudian organisme dan ekosistem, dan akhirnya biosfer. Atau dengan kata lain mulai dari yang kecil hingga yang besar atau luas.

Atom

Penyusun paling mendasar dari kehidupan adalah partikel subatom yang meliputi proton, neutron, dan elektron. Partikel-partikel subatom ini akan membentuk atom. Atom adalah bagian terkecil dari unsur yang bisa berdiri sendiri. Kajian lebih mendalam tentang partikel subatom dan atom dapat kamu pelajari dalam ilmu Kimia. Atom-atom merupakan blok-blok penyusun kimiawi untuk semua bahan/materi kehidupan, menjadi dasar molekul-molekul biologi yang kompleks. Molekul-molekul tersebut kemudian tersusun menjadi bentuk struktur yang kita kenal dengan nama organel. Struktur ini pada gilirannya akan menjadi komponen-komponen sel.

Molekul

Beberapa kelompok atom membentuk molekul. Biologi pada tingkat molekul mempelajari mikromolekul dan makromolekul pendukung kehidupan organisme. Zat-zat apa saja yang dibutuhkan tubuh atau yang berbahaya bagi tubuh. Organisasi tingkat molekul contohnya dapat kita lihat pada membran sel. Membran sel tersusun atas molekul karbohidrat, protein, dan fosfolipid. Contoh lain organisasi kehidupan tingkat molekul adalah DNA yang tersusun atas gula deoksiribosa, asam fosfat, dan basa nitrogen. DNA (Deoxyribonucleic Acid) merupakan materi genetik yang terdapat di dalam sel.

Sel

Molekul seperti protein dan gula membetuk sel-sel yang sangat kecil, bahan penyusun semua kehidupan. Pada tingkat sel, biologi mempelajari struktur dan fungsi sel serta proses-proses yang berlangsung dalam sel. Sel merupakan unit struktural dan fungsional hidup terkecil, terpisahkan dari lingkungan sekitarnya dengan dibatasi membran plasma. Oleh karena itu, ada makhluk hidup yang hanya terdiri atas satu sel (uniseluler), dan bisa hidup mandiri, misalnya, amuba, dan bakteri. Amuba dengan sel tunggalnya dapat melakukan sendiri semua proses kehidupan, mencakup mengolah makanan, ekskresi zat-zat buangan, menanggapi respons dari lingkungan, reproduksi, dan fungsi lainnya. Sementara manusia dan makhluk multiseluler lainnya melakukan itu semua dengan cara membagi-bagi tugas di antara sel-selnya yang terspesialisasi. Berbeda dengan amuba, tak satupun sel kita dapat bertahan hidup lama sendirian.

Jaringan

Jaringan merupakan kumpulan sel-sel yang sama dan memiliki tugas biologis tertentu, contohnya jaringan saraf. Pada manusia, sel saraf ini berjumlah jutaan. Jaringan saraf yang tersusun atas sel-sel saraf bertugas menghantarkan informasi dari otak ke seluruh jaringan lainnya. Jaringan saraf dalam otak kita memiliki miliaran neuron yang tersusun membentuk suatu jaringan komunikasi yang sangat kompleks. Pada topik ini kamu akan mempelajari berbagai jenis, sifat, ciri, dan fungsi dari setiap jaringan.

Organ

Jaringan membentuk organ misalnya lambung. Dalam Biologi, tingkatan ini dipelajari untuk mengetahui fungsi, struktur, dan cara kerjanya dalam kehidupan. Contoh organ pada manusia, yaitu organ otak. Otak tersusun dari beberapa jaringan yang secara bersamaan melakukan fungsi tertentu.

Sistem Organ

Kumpulan organ-organ yang melakukan fungsi dan tugas saling berkaitan akan membentuk sistem organ. Contoh sistem organ adalah sistem saraf, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, dll.

Individu

Sistem tubuh bergabung dalam sebuah organisme atau individu. Tingkat organisasi individu mempelajari organisme secara utuh. Dipelajari bagaimana tubuh tersusun dari berbagai jenis organ yang masing-masing tersusun dari berbagai jenis jaringan. Di sini dipelajari juga hubungan kerja sama dan saling ketergantungan jaringan dan organ yang menyusun tubuh.

Populasi

Organisme individu dari jenis (spesies) sama yang hidup di daerah yang sama membentuk populasi, contohnya populasi burung. Di suatu tempat tidak selalu dibentuk oleh satu populasi saja. Di alam, suatu wilayah akan dihuni oleh beberapa populasi organisme yang berbeda-beda.

Komunitas

Populasi spesies berbeda yang hidup di daerah yang sama membentuk komunitas. Pada tingkat kehidupan organisasi ini, kamu mempelajari mengenai interaksi antarpopulasi dan hubungan populasi dengan lingkungannya.

Habitat

Habitat adalah sejenis daerah, misal bantaran sungai yang ditumbuhi alang-alang, menjadi tempat terjadinya komunitas tertentu.

Ekosistem

Habitat, komunitas, dan bagian tak hidup dari lingkungan (tanah, air, dan sinar matahari) membentuk sebuah ekosistem. Pada tingkat ekosistem, biologi mempelajari berbagai unsur biotik dan abiotik, peran tiap unsur serta interaksi yang terjadi.

Bioma

Daerah seperti sungai dan padang pasir digolongkan sebagai bioma. Bioma merupakan daerah daratan yang cukup luas di bumi. Biasanya bioma ditinggali oleh jenis tumbuhan atau hewan tertentu yang dominan. Contohnya bioma gurun (misal Sahara), bioma padang rumput, bioma hutan hujan tropis, bioma tundra, dan bioma taiga.

Biosfer

Bioma-bioma dunia membentuk zona kehidupan di bumi yang disebut biosfer, merupakan tingkat organisasi terluas.

Sekian.

Materi ini sebagai pelengkap materi: Ruang Lingkup Biologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Post
definisi sel

Definisi Sel – Pengertian Sel Menurut Ilmu Biologi

Next Post

Fungsi Sel: Fungsi Dasar dan Fungsi Khusus

Related Posts