Euglena (Euglenophyta): Struktur, Ciri, dan Manfaat

euglena

Euglena adalah salah satu contoh anggota filum Euglenophyta, ordo Protozoa. Genus ini dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis karena mereka mengandung kloroplas. Selain itu, genus ini juga dapat mengabsorpsi makanannya secara langsung ke dalam sel dari lingkungannya.

Euglenophyta merupakan alga uniseluler yang lapisan terluar tubuhnya terdiri dari selulosa yang disebut pelikel. Struktur ini memberi bentuk baginya dan bersifat fleksibel. Mereka bergerak menggunakan flagela. Pada umumnya, makhluk ini hidup dalam air tawar. Beberapa spesies dapat hidup dalam kegelapan asalkan tersedia makanan dan vitamin. Contoh yang sering digunakan sebagai model di laboratoium adalah Euglena viridis.

Ciri-ciri Euglena viridis antara lain:

  • Ujung tubuh meruncing dengan satu flagel sebagai alat gerak aktif. Gerakannya disebut euglenoid.
  • Ukuran tubuh antara 30-60 mikron.
  • Memiliki kloroplas untuk fotosintesis, lainnya tidak mempunyai kloroplas.
  • Mempunyai stigma (bintik mata) untuk membedakan cahaya dan gelap.

Struktur Tubuh Euglena

Bentuk tubuhnya seperti gelendong dan memiliki selaput bernama pelikel. Makhluk ini memiliki satu atau dua flagela pada ujung anterior yang terdapat bintik mata (eyespot) berwarna merah yang mengandung karoten. Fungsi bagian ini adalah untuk melindungi daerah peka cahaya yang terdapat pada bagian pangkal flagelanya.

Beberapa kelompok Euglenophyta tidak memiliki kloroplas dan berifat heterotrof, sedangkan lainnya mempunyai kloroplas dan bersifat autotrof. Oleh karena itu, genus ini bervariasi dalam metabolisme berdasarkan perbedaan tersebut. Lihat gambar yang indah berikut ini.

struktur bagian tubuh euglena
Gambar: Euglena. Credit Carolina.com

Saat makan sebagai heterotrof, Euglena mengambil nutrisi dengan osmotropi, dan dapat bertahan hidup tanpa cahaya tetapi dengan memakan bahan organik. Contoh, ekstrak daging sapi, pepton, asetat, etanol, atau karbohidrat.[1][2] Ketika ada sinar matahari yang cukup untuk memperoleh makan dengan fototropi, ia menggunakan kloroplas untuk menghasilkan gula melalui fotosintesis. Kloroplas mereka mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b.[3]

Bagaimana Reproduksinya?

Euglena bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual melalui pembelahan biner, suatu bentuk pembelahan sel. Reproduksi bermula dengan mitosis inti sel, diikuti oleh pembelahan sel itu sendiri. Mereka membelah secara longitudinal, mulai dari ujung depan sel, dengan duplikasi proses flagellar, kerongkongan dan stigma. Saat ini, pembelahan terbentuk pada anterior, dan bifurkasi berbentuk V secara bertahap bergerak ke arah posterior, hingga kedua bagian sepenuhnya terpisah.[4] Sementara itu, konjugasi seksual jarang terjadi, dan belum ada bukti.[5]

Manfaat Bagi Manusia

Mulai tahun 2005, sebuah perusahaan yang berbasis di Tokyo telah mulai memasarkan produk makanan dan minuman berbasis Euglena. Sementara kesesuaian Euglena untuk konsumsi manusia telah lama diperkirakan. Perusahaan Jepang tersebut adalah yang pertama mengembangkan teknik mengolah dan menanam mikroorganisme dalam jumlah yang cukup besar agar layak secara komersial.[6] Fasilitas produksi utama perusahaan terletak di Pulau Ishigaki, Okinawa, karena kondisi iklim yang mendukung. Perusahaan Euglena juga bereksperimen dengan penggunaan Euglena sebagai sumber bahan bakar potensial.[7]

Referensi

  1. Leadbeater, Barry S. C.; Green, John C. (2002-09-11). Flagellates: Unity, Diversity and Evolution. CRC Press. ISBN 9780203484814.
  2. Pringsheim, E. G.; Hovasse, R. (1948-06-01). “The Loss of Chromatophores in Euglena Gracilis”. New Phytologist. 47 (1): 52–87. doi:10.1111/j.1469-8137.1948.tb05092.x.
  3. Nisbet, Brenda (1984). Nutrition and Feeding Strategies in Protozoa. p. 73. ISBN 978-0-7099-1800-4.
  4. Gojdics, Mary (1934). “The Cell Morphology and Division of Euglena deses Ehrbg”. Transactions of the American Microscopical Society. 53 (4): 299–310. doi:10.2307/3222381. JSTOR 3222381.
  5. Lee, John J. (2000). An Illustrated Guide to the Protozoa: organisms traditionally referred to as protozoa, or newly discovered groups. 2 (2nd ed.). Lawrence, Kansas: Society of Protozoologists. p. 1137.
  6. http://www.euglena.jp/en/company/profile.html
  7. NHK World, Rising, 26 Juni 2015.
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Post
mengapa daun berwarna hijau

Mengapa Daun Berwarna Hijau?

Next Post
porifera

Porifera (Hewan Berpori atau Hewan Spons)

Related Posts