Klasifikasi Makhluk Hidup (Sistem Kingdom)

Semua hal yang ingin Anda ketahui tentang klasifikasi makhluk hidup.

2751

Urutan klasifikasi makhluk hidup terbaru dari tingkat tertinggi ke terendah adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (untuk hewan)/Divisio (untuk tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

Sistematika Organisme - Klasifikasi Makhluk Hidup

Tuhan menciptakan makhluk hidup yang sangat banyak dan beranekaragam, mencakup manusia, hewan, tumbuhan, jamur, dll. Tidak ada yang mengetahui jumlah pasti maupun status keanekaragaman hayati seluruh spesies yang ada. Sulit mempelajari makhluk hidup yang demikian banyak dan beranekaragam tersebut. Para ahli kemudian membuat klasifikasi makhluk hidup untuk memudahkan mempelajarinya.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi adalah proses pengaturan atau pengelompokan berbagai jenis makhluk hidup ke dalam takson tertentu berdasarkan persamaan dan perbedaan cirinya. Mencakup aktivitas mencatat, mengelompokkan, dan mengkategorikan semua jenis makhluk hidup.

Taksonomi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari penggolongan atau klasifikasi makhluk hidup. Melalui taksonomi, para ilmuwan dapat melihat gambaran menyeluruh mengenai ragam tumbuhan dan hewan.

Tujuan dan Manfaat Klasifikasi

Klasifikasi bertujuan agar kita hanya perlu mengingat sesedikit mungkin, tetapi ingatan tersebut mengandung informasi sebanyak-banyaknya. Dapat dikatakan bahwa klasifikasi bertujuan menyederhanakan objek studi.

Para ahli biologi melakukan klasifikasi dengan tujuan antara lain:

  1. mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup agar jelas perbedaan setiap jenisnya sehingga mudah dikenali, dan
  2. mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya.

Manfaat klasifikasi:

  1. Memberikan gambaran nyata adanya keragaman organisme.
  2. Informasi mendasar dari cabang ilmu biologi.

Proses Klasifikasi

Klasifikasi terhadap suatu makhluk hidup dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu:

  • Pencandraan
    Mengamati ciri-ciri, yaitu secara morfologi, anatomi, fisiologi, bila perlu sampai pada ciri-ciri biokimiawi. Atau organisme tersebut memiliki persamaan ciri dalam hal reproduksi.
  • Pengelompokan
    Setelah melakukan pencandraan/identifikasi, ciri-ciri makhluk hidup yang serupa akan dikelompokkan dalam suatu takson. Kemudian diurutkan dari tingkat tinggi sampai pada tingkat rendah. Makin rendah tingkatan takson, makin sedikit anggotanya, tetapi persamaan ciri-ciri yang dimiliki anggotanya makin banyak. Urutan takson dari tertinggi hingga terendah adalah Kingdom, Filum/Divisi, Kelas, Ordo, Famili, Genus, dan Spesies.
  • Pemberian nama
    Bertujuan untuk memudahkan dalam mengenal ciri-ciri suatu makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup lain.

Sistem Klasifikasi

Sistem klasifikasi, dikenal juga dengan istilah sistem kingdom, telah mengalami perubahan sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 1735. Berikut perubahan yang terjadi pada sistem kingdom hingga sekarang ini.

Klasifikasi Makhluk Hidup Sistem 2 Kingdom

Sistem ini diperkenalkan oleh ahli ilmu alam Swedia bernama Carolus Linnaeus pada tahun 1735. Klasifikasi sistem ini hanya terdiri dari dua kingdom, yaitu:

  1. Kindom Plantae (Dunia Tumbuhan)
    Ciri-ciri makhluk hidup dalam kingdom ini, yaitu berklorofil dn memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa. Walaupun tidak berklorofil, jamur dan bakteri dimasukkan ke dalam dunia tumbuhan. Ganggang (alga), lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji juga dimasukkan ke dalam dunia tumbuhan.
  2. Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
    Semua makhluk hidup yang tidak memiliki dinding sel, tidak berklorofil, dan dapat bergerak bebas, dimasukkan ke dalam dunia hewan. Protozoa, Mollusca, Porifera, Coelenterata, Arthropoda, Echinodermata dan Chordata adalah anggota kingdom ini.

Klasifikasi Makhluk Hidup Sistem 3 Kingdom

Penemu sistem kingdom ini adalah Ernest Haekel (Jerman) tahun 1866. Berdasarkan pengetahuannya yang luas tentang keanekaragaman mikroorganisme, Haeckel memperkenalkan kerajaan baru untuk bentuk kehidupan bersel tunggal, yang disebut kerajaan protista. Ini adalah perubahan besar pertama dalam taksonomi Linnaean asli.

Protista anggota baru dalam sistem klasifikasi 3 kingdom
Keragaman Protista. Ahli biologi Ernst Haeckel membuat gambar-gambar berbagai jenis organisme bersel tunggal seperti yang dilihat di bawah mikroskop.

Klasifikasi makhluk hidup sistem tiga kingdom adalah sebagai berikut.

  1. Kingdom Protista
    Memiliki ciri-ciri tubuh tersusun atas satu atau banyak sel yang belum terdiferensiasi, inti selnya tanpa selubung (prokariotik). Contohnya adalah bakteri dan ganggang biru.
  2. Kingdom Plantae
    Temasuk dalam kingdom ini adalah alga, jamur, lumut, paku, dan tumbuhan berbiji.
  3. Kingdom Animalia
    Termasuk dalam kingdom ini adalah dari golongan Protozoa sampai golongan Chordata.

Klasifikasi Makhluk Hidup Sistem 4 Kingdom

Sistem kingdom ini diusulkan Robert Whittaker pada tahun 1959, seorang biologiwan Amerika. Pengelompokan makhluk hidup tersebut berdasarkan struktur sel yang dibedakan antara sel eukariotik, yaitu sel yang memiliki selaput inti, dan sel prokariotik, yaitu sel yang tidak memiliki selaput inti. Klasifikasi makhluk hidup empat kingdom mencakup:

  1. Kingdom Monera
    Cciri-cirinya adalah memiliki inti tanpa membran (prokarion), contohnya bakteri dan ganggang biru.
  2. Kingdom Protista
    Mencakup organisme bersel satu dan organisme multiseluler eukariotik yang belum terdiferensiasi.
  3. Kingdom Plantae
    Terdiri dari jamur, tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji.
  4. Kingdom Animalia
    Meliputi semua hewan, mulai dari Protozoa sampai Chordata.

Klasifikasi Makhluk Hidup Sistem 5 Kingdom

Robert H. Whittaker, biologiwan Amerika Serikat, pada tahun 1969 menyusun klasifikasi lima kingdom. Ia menerapkan klasifikasi makhluk hidup menggunakan dasar tingkatan organisme, susunan sel, dan cara pemenuhan makanannya. Whittaker melakukan perubahan besar dari klasifikasi sebelumnya, yaitu filum Protozoa yang sebelumnya termasuk Kingdom Animalia, sekarang dimasukkan ke dalam Kingdom Protista. Akibatnya, Protozoa bukan lagi menjadi nama takson pada tingkat filum, akan tetapi hanya menjadi nama kelompok. Perubahan lainnya pada organisme yang sebelumnya berada dalam tingkatan takson kelas, sekarang naik satu tingkat menjadi takson Filum Kingdom Protista. Organisme tersebut adalah Mastigophora, Sarcodina, Ciliata, dan Sporozoa.

Pengelompokan ganggang juga berubah. Euglena yang dahulu dimasukkan dalam Filum Protozoa, sekarang menjadi filum tersendiri dengan nama Filum Euglenophyta dalam Kingdom Protista. Ganggang hijau-biru berubah menjadi Filum Cyanobacteria dan masuk Kingdom Monera, sebelumnya adalah Filum Cyanophyta.Ganggang hijau, keemasan, api, cokelat, dan merah dikeluarkan dari Kingdom Plantae, dimasukkan dalam Kingdom Protista.

Sistem lima kingdom menghadirkan satu kingdom baru, yaitu Fungi (jamur). Jamur tidak lagi menjadi anggota Kingdom Plantae karena struktur dan cara mengambil makanannya berbeda.

Anggota sistem klasifikasi lima kingdom adalah sebagai berikut.

  1. Kingdom Monera
    Mencakup semua makhluk hidup atau organisme yang prokariotik, bersel satu, dan mikroskopis. Contohnya, semua bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobakteri), misalnya Escherichia coli, Anabaena sp., dan Nostoc sp.
  2. Kingdom Protista
    Sebagian besar terdiri atas organisme yang bersel satu atau banyak sel eukariotik. Contohnya: Euglena, Paramecium, dan Amoeba.
  3. Kingdom Fungi
    Mencakup semua jamur, kecuali jamur lendir dan jamur air. Memiliki ciri-ciri eukariotik, bersifat heterotrof, tidak berklorofil sehingga tidak berfotosintesis, dan dinding selnya terdiri dari kitin. Contohnya: Mucor, Saccharomyces, Pleurotus (jamur tiram), Agaricus, dan lain-lain.
  4. Kingdom Plantae
    Terdiri atas semua organisme eukariotik, bersel banyak, berdinding sel yang mengandung selulosa, berklorofil, berfotosintesis, autotrof. Kerajaan tumbuhan dibagi menjadi tumbuhan berspora (lumut, paku) dan berbiji. Contohnya: padi, mawar, lumut hati, dan paku ekor kuda.
  5. Kingdom Animalia
    Memiliki ciri-ciri eukariotik, bersel banyak, tidak berklorofil sehingga tidak berfotosintesis, tidak berdinding sel, heterotrof. Contohnya: burung, gajah, ular, ayam, dan sebagainya.

Klasifikasi Makhluk Hidup Sistem 6 Kingdom

Klasifikasi makhluk hidup sistem ini memecah bakteri (Monera) menjadi dua kingdom, yaitu Eubacteria dan Archaebacteria. Sistem ini dibuat oleh Carl Woese pada tahun 1977, seorang ahli biologi molekuler Amerika Serikat. Woese memecah kingdom Monera berdasarkan pada evolusi genetika dan evolusi molekuler kladistik (filogeni).

Klasifikasi sistem enam kingdom mengelompokkan makhluk hidup dalam kingdom-kingdom berikut.

  1. Kingdom Eubacteria (bakteri), yaitu organisme prokariotik bersel satu (uniseluler).
  2. Kingdom Archaebacteria, yaitu organisme prokariotik uniseluler yang biasanya hidup di lingkungan ekstrim.
  3. Kingdom Protista, yaitu organisme eukariotik uniseluler atau multiseluler yang tidak memiliki jaringan yang terdiferensiasi.
  4. Kingdom Fungi (jamur), yaitu organisme uekariotik osmotrofik bersel satu atau banyak.
  5. Kingdom Plantae (tumbuhan), yaitu organisme yang bersifat autotrof, eukariot multiseluler.
  6. Kingdom Animalia (hewan), yaitu organisme yang bersifat heterotrof dan eukariot multiseluler.

Di masa depan mungkin akan muncul klasifikasi makhluk hidup 7 kingdom, 8 kingdom, dan seterusnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.