Vitamin B12 (Sianokobalamin) – Manfaat, Sumber, dan Dosis

vitamin b12 sianokobalamin

Manfaat vitamin B12 termasuk untuk kesehatan sel saraf dan menambah nafsu makan anak. Sumber vitamin B12 adalah daging, kepiting, kerang, ikan berlemak, dll. Dosis untuk anak usia pertumbuhan cukup 2,4μg per hari.

Vitamin B12 secara alami ada dalam beberapa makanan dan bersifat larut dalam air. Vitamin B12 mengandung mineral esensial yang hanya ada pada vitamin ini, yaitu mineral kobalt. Oleh karena itu vitamin ini disebut juga kobalamin. Vitamin B12 memiliki struktur molekul yang sangat kompleks. Selain kobalamin, ia juga mengandung karbon, oksigen, fosfor, dan nitrogen. Meskipun vitamin ini termasuk tahan panas tetapi tidak tahan terhadap larutan asam (acid) atau basa yang terpanaskan. Vitamin ini juga peka terhadap cahaya, oksigen, dan sejumlah logam berat.

Manfaat Vitamin B12?

Manfaat kobalamin adalah untuk kesehatan sel saraf dan menambah nafsu makan anak. Berikut beberapa manfaat lainnya:

  • Berperan dalam metabolisme jaringan-jaringan saraf pusat dan kesehatan seluruh sistem saraf pusat.
  • Penting bagi anak terutama pada usia pertumbuhan dan meningkatkan nafsu makan anak.
  • Bersama-sama dengan besi, asam folat, tembaga, protein, vitamin C, dan B6 penting untuk pembentukan sel-sel darah merah.
  • Membantu metabolisme protein, lemak, karbohidrat, juga zat besi dalam tubuh.
  • Penting dalam sintesa DNA dan RNA. Juga produksi kolin (cholin, jenis lain vitamin B) dan metionin (methionine, jenis asam amino esensial).

Mengapa kita membutuhkannya?

Walaupun kita membutuhkannya dalam jumlah yang sedikit, namun kobalamin penting untuk pembentukan sel darah merah, fungsi neurologis, dan sintesis DNA. Kebutuhan tubuh kita akan vitamin ini, rata-rata hanya 2,4 – 3 μg per hari. Kecil sekali jika membandingkannya dengan jenis vitamin B lainnya. Bentuk aktif vitamin ini dalam metabolisme tubuh manusia adalah Methylcobalamin dan 5-deoxyadenosylcobalamin.

Sumber Vitamin B12

vitamin b12 atau sianokobalamin

Sumber kobalamin antara lain adalah sebagai berikut:

  • Daging
  • Ikan berlemak (tuna, salmon atau cod/gindara)
  • Kepiting
  • Kerang
  • Kuning telur
  • Produk olahan susu, terutama yogurt
  • Jeroan (sangat tinggi, sering tidak dianjurkan)
  • Tempe dan taoge (dalam jumlah yang sedikit)

Vitamin ini paling banyak terdapat pada bahan pangan protein hewani. Tetapi secara alami, terdapat dalam usus besar manusia, bakteri-bakteri sehat mensintesanya dari ampas makanan. Hanya saja belum jelas berapa banyak sianokobalamin yang dapat kita serap dan gunakan dari sumber ini. Secara teori, jika fungsi pencernaan baik maka penyerapan akan baik. Hasilnya, tentu asupan vitamin akan lebih optimal. Jika fungsi pencernaan terganggu, misalnya karena pemakaian obat-obat pencahar dan antikembung (antacid) berlebihan maka akan dapat menurunkan penyerapan dan simpanan vitamin dalam tubuh.

Bagaimana Penggunaannya?

Vitamin ini pertama kali digunakan pada tahun 1926 untuk mengobati penyakit sejenis anemia yang dapat merusak saraf-saraf otak (pernicious anemia). Dokter menggunakannya sebagai terapi untuk mengatasi gangguan kelelahan kronis (chronic fatigue). Cara ini hanya baik untuk kelelahan akibat defisiensi saja. Vitamin ini juga dapat meningkatkan energi dan aktivitas sistem saraf pusat pada orang lanjut usia. Oleh karena itu, vitamin ini juga terkenal sebagai vitamin panjang umur karena khasiatnya tersebut.

Bagaimana Dosis Vitamin B12?

Khusus pada wanita hamil dan menyusui, juga anak-anak usia pertumbuhan cukup 2,4μg per hari. Dosis tersebut cukup untuk mencegah defisiensi. Takaran dapat meningkat menjadi 2,6μg bagi ibu hamil dan 2,8μg bagi ibu menyusui. Dosis cukup besar berguna untuk kelelahan kronis dan anemia, sekitar 500-1.000 μg per hari. Biasanya masuk ke dalam tubuh melalui injeksi (suntikan).

Efek kelebihan dan kekurangan Vitamin B12?

Belum ada laporan mengenai efek keracunan akibat kelebihan dosis. Kekurangan (defisiensi) sianokobalamin dapat menyebabkan gangguan haid (aliran darah kurang). Juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf. Gangguan dapat menyebabkan kerusakan permanen yang tidak bisa diperbaiki dengan pemberian suplemen vitamin. Secara umum tubuh mampu menyimpan vitamin B12, sehingga perlu waktu tahunan bagi tubuh untuk mengalami defisiensi. Misalnya melakukan diet ketat, vegetarian, atau akibat faktor-faktor lain. Pecandu alkohol dan orang-orang lanjut usia berisiko tinggi kekurangan vitamin ini.

Tanda-tanda Kekurangan Vitamin B12?

Seseorang yang kekurangan vitamin ini ditandai dengan:

  • Anemia megaloblastik (sel-sel darah merah membesar), kelelahan/kelemahan (nyeri/lemah pada otot lengan dan kaki), konstipasi, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan.
  • Perubahan neurologis, seperti mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki.
  • Gejala tambahan dari kekurangan sianokobalamin termasuk kesulitan menjaga keseimbangan, depresi, kebingungan, demensia, ingatan melemah, dan nyeri pada mulut atau lidah.
  • Pada masa kanak-kanak, tanda-tanda kekurangan vitamin B12 diantaranya pertumbuhan terhambat, gangguan gerak, keterlambatan perkembangan, dan anemia megaloblastik.

Efek asam folat dan sianokobalamin pada tubuh hampir sama. Oleh karena itu kekurangan vitamin ini seringkali tidak terdeteksi lebih dini pada vegetarian. Mereka mendapat asupan asam folat tinggi dari tumbuh-tumbuhan. Jika defisiensi terjadi pada mereka yang cukup mengonsumsi daging/protein hewani, berarti ada masalah pada sistem penyerapan.

Kelompok yang Berisiko

Penyebab utama defisiensi vitamin B12 termasuk malabsorpsi vitamin B12 dari makanan, anemia pernisiosa, malabsorpsi pasca operasi, dan defisiensi makanan . Namun, dalam banyak kasus, penyebab kekurangan vitamin B12 belum jelas. Kelompok berikut adalah mereka yang paling mungkin menderita kekurangan.

Orang tua

Gastritis atrofi, suatu kondisi yang memengaruhi 10% -30% orang dewasa yang lebih tua, menurunkan sekresi asam klorida dalam perut, mengakibatkan penurunan penyerapan vitamin ini. Kadar asam klorida yang menurun juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri usus normal yang menggunakan vitamin B12, selanjutnya mengurangi jumlah yang tersedia untuk tubuh.

Orang dengan gastritis atrofi tidak dapat menyerap vitamin ini yang secara alami ada dalam makanan. Namun masih dapat menyerap vitamin B12 sintetis yang ditambahkan ke makanan dan suplemen makanan. Oleh karena itu, sebaiknya orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun mengonsumsi suplemen vitamin. Beberapa pasien usia lanjut dengan gastritis atrofi memerlukan dosis yang jauh lebih tinggi untuk menghindari defisiensi subklinis.

Orang dengan anemia pernisiosa

Individu dengan anemia pernisiosa tidak dapat menyerap vitamin ini dengan baik pada saluran gastrointestinal. Anemia pernisiosa biasanya diobati dengan vitamin B12 intramuskular. Namun, sekitar 1% vitamin B12 oral dapat terserap secara pasif tanpa adanya faktor intrinsik, menunjukkan bahwa kobalamin dosis tinggi juga dapat menjadi pengobatan yang efektif.

Orang dengan gangguan gastrointestinal

Individu dengan gangguan lambung dan usus kecil, seperti penyakit celiac dan penyakit Crohn, mungkin tidak dapat menyerap cukup vitamin B12 dari makanan untuk menjaga kesehatan tubuh. Penurunan fungsi kognitif akibat defisiensi vitamin B12 dini mungkin merupakan satu-satunya gejala awal gangguan usus ini, diikuti oleh anemia megaloblastik dan demensia.

Orang yang pernah menjalani operasi gastrointestinal

Prosedur pembedahan pada saluran pencernaan, seperti pembedahan penurunan berat badan atau pembedahan untuk mengangkat semua atau sebagian perut, seringkali mengakibatkan hilangnya sel-sel yang mengeluarkan asam klorida dan faktor intrinsik. Ini mengurangi jumlah vitamin B12, terutama vitamin B12 yang terikat pada makanan, yang dilepaskan dan diserap oleh tubuh. Operasi pengangkatan ileum distal juga dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk menyerap vitamin ini. Individu yang menjalani prosedur pembedahan ini harus mendapat pengawasan sebelum operasi dan pasca operasi untuk melihat kekurangan nutrisi, termasuk kekurangan vitamin B12.

Vegetarian

Vegetarian dan vegan yang ketat memiliki risiko lebih besar daripada lacto-ovo vegetarian dan nonvegetarians karena sumber alami vitamin B12 terbatas pada makanan hewani. Sereal yang mendapat tambahan vitamin dan mineral adalah satu-satunya sumber vitamin B12 dari tumbuhan dan dapat digunakan sebagai sumber kobalamin untuk vegetarian dan vegan yang ketat. Makanan pabrik bervariasi dalam formulasinya, jadi penting untuk membaca label kandungan gizi pada produk makanan untuk menentukan jenis dan jumlah nutrisi tambahan yang terkandung.

Wanita hamil dan menyusui yang mengikuti diet vegetarian ketat dan bayinya

Vitamin B12 melintasi plasenta selama kehamilan dan ada dalam ASI. Bayi yang mendapat ASI eksklusif dari wanita yang tidak mengonsumsi produk hewani mungkin memiliki cadangan vitamin ini dalam jumlah sangat terbatas. Keadaan ini dapat menyebabkan defisiensi dalam beberapa bulan setelah ia lahir. Jika tidak terdeteksi dan tidak mendapat pengobatan pada bayi maka dapat menyebabkan kerusakan neurologis yang parah dan permanen.

Academy of Nutrition and Dietetics merekomendasikan suplemen vitamin B12 untuk vegan dan vegetarian lakto-ovo selama kehamilan dan menyusui untuk memastikan bahwa vitamin ini cukup turun ke janin. Wanita hamil dan menyusui yang mengikuti pola makan vegetarian atau vegan yang ketat harus berkonsultasi dengan dokter anak mengenai suplemen vitamin B12 untuk bayi dan anak-anak mereka.

Sumber: https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminB12-HealthProfessional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Posts