Vitamin B12 (Sianokobalamin) – Manfaat, Sumber, dan Dosis

53
sumber vitamin b12 (sianokobalamin)

Manfaat vitamin B12 diantaranya untuk kesehatan sel saraf dan menambah nafsu makan anak. Sumber vitamin B12: daging, kepiting, kerang, ikan berlemak, dll. Dosis untuk anak usia pertumbuhan cukup 2,4μg per hari.

Vitamin B12 secara alami ada di beberapa makanan dan bersifat larut dalam air. Vitamin B12 mengandung mineral esensial yang hanya ada pada vitamin ini, yaitu mineral kobalt. Oleh karena itu vitamin ini disebut juga sianokobalamin. Vitamin B12 memiliki struktur molekul yang sangat kompleks. Selain kobalamin, ia juga mengandung karbon, oksigen, fosfor, dan nitrogen. Meskipun vitamin ini termasuk tahan panas tetapi tidak tahan terhadap larutan asam (acid) atau basa yang dipanaskan. Vitamin ini juga peka terhadap cahaya, oksigen, dan sejumlah logam berat.

Apa Manfaat Vitamin B12?

Manfaat sianokobalamin diantaranya untuk kesehatan sel saraf dan menambah nafsu makan anak. Berikut beberapa manfaat lainnya:

  • Berperan dalam metabolisme jaringan-jaringan saraf pusat dan kesehatan seluruh sistem saraf pusat.
  • Penting bagi anak terutama pada usia pertumbuhan dan meningkatkan nafsu makan anak.
  • Bersama-sama dengan besi, asam folat, tembaga, protein, vitamin C, dan B6 penting untuk pembentukan sel-sel darah merah.
  • Membantu metabolisme protein, lemak, karbohidrat, juga zat besi dalam tubuh.
  • Penting dalam sintesa DNA dan RNA. Juga produksi kolin (cholin, jenis lain vitamin B) dan metionin (methionine, jenis asam amino esensial).

Mengapa kita membutuhkan Vitamin B12?

Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit sianokobalamin penting untuk pembentukan sel darah merah, fungsi neurologis, dan sintesis DNA. Kebutuhan tubuh kita akan vitamin ini, rata-rata hanya 2,4 – 3 μg per hari. Kecil sekali dibandingkan jenis vitamin B lainnya. Bentuk aktif vitamin ini dalam metabolisme tubuh manusia adalah Methylcobalamin dan 5-deoxyadenosylcobalamin.

Apa Sumber Vitamin B12?

Sumbernya antara lain:

  • Daging
  • Ikan berlemak (tuna, salmon atau cod/gindara)
  • Kepiting
  • Kerang
  • Kuning telur
  • Produk olahan susu, terutama yogurt
  • Jeroan (sangat tinggi, sering tidak dianjurkan)
  • Tempe dan taoge (dalam jumlah yang sedikit)

Vitamin ini paling banyak terdapat pada bahan pangan protein hewani. Tetapi secara alami, terdapat dalam usus besar manusia, disentesa oleh bakteri-bakteri sehat dari ampas makanan. Hanya saja belum diketahui berapa banyak sianokobalamin yang dapat kita serap dan gunakan dari sumber ini. Secara teori, jika fungsi pencernaan maka penyerapan akan baik. Hasilnya, tentu asupan vitamin akan lebih optimal. Jika fungsi pencernaan terganggu, misalnya karena pemakaian obat-obat pencahar dan antikembung (antacid) berlebihan maka akan dapat menurunkan penyerapan dan simpanan vitamin dalam tubuh.

Bagaimana Penggunaan Vitamin B12?

Vitamin ini pertama kali digunakan pada tahun 1926 untuk mengobati penyakit sejenis anemia yang dapat merusak saraf-saraf otak (pernicious anemia). Dokter menggunakannya sebagai terapi untuk mengatasi gangguan kelelahan kronis (chronic fatigue). Cara ini hanya baik untuk kelelahan akibat defisiensi saja. Vitamin ini juga dapat meningkatkan energi dan aktivitas sistem saraf pusat pada orang lanjut usia. Oleh karena itu, dijuluki vitamin panjang umur karena khasiatnya tersebut.

Bagaimana Dosis Vitamin B12?

Khusus pada wanita hamil dan menyusui, juga anak-anak usia pertumbuhan cukup 2,4μg per hari. Dosis tersebut cukup untuk mencegah defisiensi. Dosis dapat dinaikkan menjadi 2,6μg bagi ibu hamil dan 2,8μg bagi ibu menyusui. Dosis cukup besar dibutuhkan untuk kelelahan kronis dan anemia, sekitar 500-1.000 μg per hari. Biasanya diberikan melalui injeksi (suntikan).

Apa Efek kelebihan dan kekurangan Vitamin B12?

Belum ada laporan mengenai efek keracunan akibat kelebihan dosis. Kekurangan (defisiensi) sianokobalamin dapat menyebabkan gangguan haid (aliran darah kurang). Juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf. Gangguan dapat menyebabkan kerusakan permanen yang tidak bisa diperbaiki dengan pemberian suplemen vitamin. Secara umum tubuh mampu menyimpan vitamin B12, sehingga perlu waktu tahunan bagi tubuh untuk mengalami defisiensi. Misalnya melakukan diet ketat atau akibat faktor-faktor lain. Pecandu alkohol dan orang-orang lanjut usia berisiko tinggi kekurangan vitamin ini.

Apa Tanda-tanda Kekurangan Vitamin B12?

Seseorang yang kekurangan vitamin ini ditandai dengan:

  • Anemia megaloblastik (sel-sel darah merah membesar), kelelahan/kelemahan (nyeri/lemah pada otot lengan dan kaki), konstipasi, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan.
  • Perubahan neurologis, seperti mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki.
  • Gejala tambahan dari kekurangan sianokobalamin termasuk kesulitan menjaga keseimbangan, depresi, kebingungan, demensia, ingatan melemah, dan nyeri pada mulut atau lidah.
  • Pada masa kanak-kanak, tanda-tanda kekurangan vitamin B12 diantaranya pertumbuhan terhambat, gangguan gerak, keterlambatan perkembangan, dan anemia megaloblastik.

Efek asam folat dan sianokobalamin pada tubuh hampir sama. Oleh karena itu kekurangan vitamin ini seringkali tidak terdeteksi lebih dini pada vegetarian. Mereka mendapat asupan asam folat tinggi dari tumbuh-tumbuhan. Jika defisiensi terjadi pada mereka yang cukup mengonsumsi daging/protein hewani, berarti ada masalah pada sistem penyerapan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.