Batu Ginjal – Penyebab, Gejala, Penanganan

79

Dalam kondisi normal, sistem ekskresi bekerja mengeluarkan zat sisa dari proses kimia tubuh dari ginjal bersama urin. Namun urin sesekali menjadi jenuh oleh zat sisa tersebut. Lama-kelamaan produk sisa ini dapat mengkristal menjadi batu ginjal. Dinamakan demikian karena kristal yang terbentuk memiliki struktur mirip batu dengan berbagai ukuran.

Secara alami, zat-zat kimia tertentu biasanya mencegah pembentukan kristal. Oleh karena itu, kekurangan zat-zat kimia ini menimbulkan batu ginjal, yang biasanya berawal sebagai pasir halus. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai ukuran batu yang menimbulkan gangguan.

Apa Penyebab Batu Ginjal?

Penyebab yang paling umum adalah ketidakcukupan asupan cairan berkepanjangan. Orang yang hidup di iklim panas rentan mengalami penyakit ini jika mereka tidak cukup minum. Orang yang tinggal di iklim panas berkeringat lebih banyak dan seharusnya mengganti cairan yang hilang dengan cukup minum.

Berbagai jenis batu ginjal dapat terbentuk, bergantung pada zat sisa yang membentuk kristal dari urin. Sebagian besar batu terbentuk dari endapan garam kalsium.

Batu juga dapat terbentuk akibat infeksi saluran kemih dalam waktu lama. Pada kasus ini, batu membentuk staghorn (tanduk rusa), menempati rongga di tengah-tengah ginjal.

Penyebab lain adalah kelainan metabolisme, walaupun jarang terjadi.

Apa Gejalanya?

Batu ginjal yang sangat kecil dapat keluar bersama urin tanpa diketahui. Gejala akan terasa jika batu berukuran lebih besar. Batu lebih besa, atau serpihan kecil batu yang melewati ureter (pipa dari ginjal ke kandung kemih), dapat menimbulkan kejang yang sangat nyeri pada dinding ureter yang disebut kolik renal.

Gejala biasanya bersifat akut (timbul tiba-tiba) dan meliputi:

  • nyeri hebat yang berawal dari punggung, menyebar ke perut dan selangkangan dan dapat dirasakan dalam genital
  • sering buang air kecil disertai rasa nyeri
  • mual dan muntah
  • darah dalam urin.

Nyeri akan segera mereda jika batu telah keluar.

Apa Penanganannya?

Jika batu berukuran kecil dan masih berada dalam ginjal, penderita cukup dianjurkan beristirahat. Rasa tidak nyaman dapat dihilangkan dengan meminum pereda nyeri. Dinajurkan juga minum banyak cairan untuk membantu membilas batu ke dalam urin.

Pada beberapa keadaan, batu ginjal yang tersangkut dalam bagian bawah ureter dapat dihilangkan melalui kandung kemih. Sebuah alat dimasukkan ke dalam kandung kemih dan ureter melalui selang untuk menghancurkan atau membuang batu.

Penangan yang paling umum pada penyakit ini adalah litotripsi, yaitu penggunaan gelombang getar untuk memecah batu menjadi butiran yang lebih kecil. Dengan demikian, batu dapat keluar dalam urin dengan mudah.

Baca juga: Pola makan untuk penderita batu ginjal

Mencegah Batu Ginjal

Penyebab dasar munculnya batu perlu ditangani untuk mencegah batu ginjal kambuh kembali. Pertolongan mandiri berikut dapat membantu:

  • minum sekurangnya 6 gelas cairan setiap hari untuk mencegah dehidrasi
  • minumlah cairan sebelum tidur untuk memastikan produksi urin tetap berlangsung selama tidur
  • minumlah lebih banyak cairan (termasuk cairan dari buah-buahan) pada cuaca panas, setelah berolahraga berat, atau jika Anda demam
  • untuk mencegah batu kalsium, hindari antasida berbahan kalsium, makanlah lebih sedikit produk susu. Jika Anda hidup di daerah berair sadah (mengandung kapur), gunakan water softener dalam air minum
  • untuk mencegah batu oksalat, (terbentuk dari kalsium oksalat), hindari makanan yang mengandung asam oksalat seperti bayam, rhubarb, dan asparagus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.