Gangguan pada Sistem Gerak Manusia

Gangguan pada sistem gerak manusia mencakup: distrofi otot, tetanus, arofi otot, hipertrofi, osteoporosis, gigantasmi, akromegali, riketsia, fraktur, artritis, kifosis, dan rakitis.

Kelainan dan Gangguan pada Sistem Gerak Manusia

Seringkali suatu kelainan, baik pada tulang dan otot terjadi karena penyakit, kecelakaan, defisiensi gizi, atau sikap tubuh yang salah dalam waktu lama. Gangguan ini dapat mengganggu proses gerakan yang normal.

Kelainan dan Gangguan pada Tulang

Kekurangan Vitamin D

Kita memerlukan Vitamin D untuk kalsifikasi (proses penulangan) pada tulang. Tubuh manusia dapat membentuk Vitamin D dari pro Vitamin D dengan bantuan cahaya matahari (ultraviolet). Jika tubuh tidak menerima sinar matahari yang cukup, ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan vitamin D. Defisiensi ini mengakibatkan rakitis, yakni gangguan bentuk tulang anak-anak, misalnya kaki berbentuk huruf X atau O. Jika ini terjadi pada orang dewasa akan menyebabkan penyakit osteomalasia.

Kecelakaan

Gangguan pada tulang akibat kecelakaan dapat berupa memar dan fraktura.

  1. Memar; sobeknya selaput sendi. Jika sobeknya selaput sendi diikuti lepasnya ujung tulang dari sendi kita sebut urai sendi.
  2. Fraktura (patah tulang)
    Fraktura pada tulang dibedakan sebagai berikut:
    • Patah tulang tertutup, jika tulang yang patah tidak merobek kulit.
    • Patah tulang terbuka, jika tulang yang patah mencuat keluar merobek kulit.
    • Fisura, jika tulang hanya retak.

Kebiasaan Sikap Tubuh yang Salah

Jika seseorang dalam kebiasaan posisi tubuh yang salah dalam waktu lama dapat menyebabkan kelainan tulang: lordosis, kifosis, dan skoliosis.

Lordosis adalah kelainan pada tulang leher dan panggul yang terlalu membengkok ke depan.

Kifosis adalah kelainan pada tulang punggung yang terlalu membengkok ke belakang. Kelainan ini mungkin terjadi karena kebiasaan menulis yang terlalu membungkuk yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Skoliosis adalah kelainan pada ruas-ruas tulang belakang yang membengkok ke samping. Ini dapat terjadi jika seseorang sering membebani salah satu sisi tubuh dan kebiasaan ini dalam jangka waktu lama.

Nekrosis

Jika selaput tulang (periosteum) mengering, inilah yang kita sebut nekrosa. Terjadi jika periosteum rusak sehingga bagian tulang tidak memperoleh nutrisi, lalu mati, dan kemudian mengering.

Gangguan Persendian

Macam gangguan pada persendian antara lain dislokasi, ankilosis, terkilir, dan artritis.

Dislokasi adalah pergeseran sendi akibat dari jaringan penggantungnya (ligamentum) sobek.

Ankilosis adalah suatu keadaan persendian yang tidak dapat bergerak seolah-olah menyatu.

Terkilir adalah tertariknya ligamentum ke posisi yang tidak sesuai, tetapi tidak bergeser. Ini sering terjadi jika Anda melakukan gerakan tiba-tiba atau gerakan yang jarang dan sulit.

Artritis adalah kelainan pada sinovial persendian, menyebabkan kerusakan pada kartilago persendian. Kerusakan ini menimbulkan peradangan sendi.

Gangguan pada sistem gerak - artritis gout - asam urat
Contoh penyakit atau gangguan pada sistem gerak: Artritis gout (awam menyebut penyakit asam urat)

Artritis terbagi menjadi empat macam sebagai berikut:

Artritis gout – ruas jari-jari membesar dan sulit digerakkan. Penyebab gout adalah timbunan asam urat pada persendian, misalnya jari-jari tangan. Awam menyebut gangguan ini sebagai penyakit asam urat.

Osteoartritis adalah menipisnya tulang rawan akibatnya rasa nyeri ketika sendi bergerak.

Artritis eksudatif adalah terisinya rongga sendi oleh cairan yang kita kenal sebagai getah radang. Penyakit ini disebabkan oleh serangan kuman.

Artritis sika adalah kekeringan sendi, berkurangnya minyak sendi (cairan sinovial), mengakibatkan rasa nyeri saat tulang ketika seseorang menggerakkan persendian.

Serangan Kuman pada Sendi

Penyebab lain gangguan pada sistem gerak dapat juga oleh infeksi kuman penyakit. Misalnya infeksi gonorea dan sifilis menyebabkan persendian menjadi kaku.

Kelainan pada Otot

Gangguan atau kelainan pada otot antara lain sebagai berikut.

Atrofi Otot

Atrofi otot adalah terjadinya pengurangan ukuran, ketegangan, dan kekuatan otot. Penyebabnya adalah mengecilnya serabut-serabut otot. Segala jenis kerusakan pada neuron motorik akan menyebabakan terjadinya atrofi secara bertahap. Misalnya virus polio yang menyerang sistem saraf menyebabkan paralisis dan atrofi otot.

Distrofi Otot

Penyebab penyakit menurun ini adalah mutasi gen yang bertanggung jawab untuk proses sintesis protein otot sehingga otot menjadi lemah. Umumnya terjadi pada laki-laki usia 3 – 7 tahun.

Kelelahan Otot

Kelelahan otot terjadi karena aktivitas yang terus menerus. Jika ini berlanjut dapat terjadi kram.

Tetanus

Tetanus adalah terjadinya kontraksi otot seluruh tubuh yang kuat dalam waktu tertentu. Otot terus menerus berkontraksi (tonus atau kejang) akibat serangan bakteri Clostridium tetani.

Kaku Leher

Kaku leher atau stiff adalah peradangan otot trapesius leher sehingga leher terasa kaku. “Stiff” terjadi akibat kesalahan gerak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous Article
konsep homeostasis

Homeostasis: Definisi dan Konsep Dasar

Next Article
struktur sel eukariotik

Struktur Sel Eukariotik

Related Posts