Komponen Darah Manusia dan Fungsinya

Komponen darah manusia, jumlah setiap komponen dan fungsinya.

8299

Komponen darah mausia yang utama ada dua, yaitu plasma darah dan sel darah. Setiap komponen memiliki fungsi yang unik dan luar biasa. Darah mengalir membawa oksigen dan nutrien ke seluruh sel tubuh dan mengambil sampah metabolisme dari sel-sel tersebut. Ada sekitar 5 liter darah dalam tubuh orang dewasa, sebagian besar berada di dalam arteri dan vena.

Komponen darah
Sumber foto: http://sarsentechnology.blogspot.co.id/2013/06/automated-blood-collections-systems.html

Bagaimana cara memperoleh komponen darah tersebut? Bagian-bagian darah dipisahkan dengan melakukan proses sentrifugasi. Sentrifugasi adalah proses sedimentasi campuran dengan memanfaatkan gaya sentrifugal mesin sentrifuga atau pemusing. Ketika sampel darah disentrifugasi maka akan terpisah komponen-komponennya menjadi 3 bagian:

  • plasma, cairan yang lebih jernih di bagian paling atas,
  • buffy coat,┬ámengandung sebagian besar sel darah putih dan trombosit di bagian tengah,
  • eritrosit (sel darah merah) di bagian bawah tabung.

Perhatikan tabel komposisi darah berikut.

Komponen Jumlah
Plasma darah (50%-60% dari volume darah) Air 91%-92% dari plasma darah
Protein 7%-8% dari plasma darah
Ion, gula, lemak, asam amino, hormon, vitamin, dan gas terlarut 1%-2% dari plasma darah
Sel-sel darah (40%-50% dari volume darah) Sel darah merah 4-5 juta sel/mL darah
Sel darah putih 3.000-6.750 sel/mL darah
Trombosit 250.000-300.000 sel/mL darah

Dalam versi lain yang lebih rinci lihat tabel berikutnya (disertakan fungsinya).

Komponen Darah Manusia dan Fungsinya

Tabel: Komponen (konstiteun) Darah dan Fungsinya
KONSTITUEN FUNGSI
Plasma
Air Medium transpor; membawa panas
Elektrolit Eksitabilitas membran; distribusi osmotik cairan antara CES1 dan CIS2; menyangga perubahan pH
Nutrien, zat sisa, gas, hormon Diangkut dalam darah; gas CO2 dalam darah berperan dalam keseimbangan asam-basa
Protein plasma Secara umum menghasilkan efek osmotik yang dalam distribusi CES antara kompartemen vaskular dan interstisium; menyangga perubahan pH
Albumin Mengangkut banyak bahan; berperan paling besar dalam menentukan tekanan osmotik koloid
Globulin
– Alfa dan beta Mengangkut banyak bahan tak larut air; faktor pembekuan; molekul prekursor inaktif
– Gama Antibodi
Fibrinogen Prekursor inaktif untuk jalinan fibrin pada pembekuan darah
Elemen Seluler
Eritrosit Mengangkut O2 dan CO2 (terutama O2)
Leukosit
Nuetrofil Fagosit yang menelan bakteri dan debris
Eosinofil Menyerang cacing parasitik; penting dalam reaksi alergik
Basofil Mengeluarkan histamin (yang penting dalam reaksi alergik), dan heparin (membantu membersihkan lemak dari darah)
Monosit Dalam transit menjadi makrofag jaringan
Limfosit
– Limfosit B Menghasilkan antibodi
– Limfosit T Respons imun selular
Trombosit Hemostasis

[1] Cairan Ekstra Selular
[2] Cairan Intra Selular

Plasma darah

Plasma darah adalah media cairan dimana sel darah tersuspensi, mengisi sekitar 55% dari volume darah. Bagian darah ini membawa nutrisi ke sel tubuh dan juga menyiram produk limbah untuk diekskresikan oleh tubuh. Fungsi utama plasma darah adalah mengatur keseimbangan osmosis darah dalam tubuh.

Komponen terpenting dalam plasma darah adalah air, protein, dan zat pembekuan. Bersama dengan platelet (trombosit), plasma berfungsi penting dalam proses pembekuan darah, membantu memperbaiki kerusakan pembuluh darah. Plasma darah bisa disumbangkan dengan metode apheresis.

Sel-Sel Darah

Antara 40%-50% dari volume darah manusia merupakan sel-sel darah. Darah mengandung beberapa tipe sel darah yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Terdapat tiga macam sel darah, yaitu sel darah putih (leukosit), sel darah merah (eritrosit), dan keping darah (trombosit).

Berikut penjelasan masing-masing sel darah.

Sel Darah Merah (Eritrosit)

Eritrosit – sel darah merah – adalah komponen seluler darah terbanyak. Hemoglobin dalam sel darah merah mengikat oksigen di paru-paru dan mengangkutnya ke sel. Fungsi utama sel darah merah adalah untuk menyediakan suplai oksigen ke jaringan tubuh dan organ tubuh. Jika dibandingkan dengan sel darah putih, jumlah sel darah merah beribu kali lipat jumlahnya di dalam sistem sirkulasi.

Seperti sel darah lainnya, eritrosit diproduksi di sumsum tulang – bagian lunak di tengah tulang. Umur eritrosit adalah 120 hari dan setiap detiknya ada 3 juta yang mati.

Sel darah merah mampu mengikat oksigen dan karbon dioksida karena adanya hemoglobin. Hemoglobin merupakan suatu protein yang memiliki daya ikat kuat terhadap oksigen dan karbon dioksida.

Sel darah merah adalah komponen darah yang paling sering digunakan dalam transfusi, karena orang-orang relatif tidak toleran terhadap kekurangansel darah merah. Eritrosit ditransfusikan untuk mengganti kehilangan darah selama operasi atau persalinan, pada perawatan intensif neonatal dan untuk mengobati anemia.

Sel Darah Putih (Leukosit)

Di plasma darah yang disentrifugasi terdapat lapisan tipis, yaitu leukosit atau sel darah putih. Komponen darah ini diproduksi di sumsum tulang. Leukosit berfungsi membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi. Sel leukosit tidak berwarna, dapat bergerak secara amoeboid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis. Leukosit memiliki inti sel sehingga dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan. Di dalam tubuh, leukosit bekerja secara independen seperti organisme sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup.

Keping Darah (Trombosit)

Trombosit adalah fragmen seluler yang terlibat dalam proses pembekuan. Fungsi utamanya adalah memastikan integritas pembuluh darah.

Jika pembuluh darah rusak, massa trombosit berada di lokasi luka dan bersama dengan agen pembekuan di plasma, mereka membentuk gumpalan yang menghentikan pendarahan. Umur trombosit adalah lima sampai 10 hari, dan karenanya harus terus-menerus diproduksi.

Trombosit membentuk kurang dari 1% volume darah (sekitar 45% adalah eritrosit dan 55% plasma, dan di bawah 1% adalah leukosit).

Komponen darah ini tidak dapat dilihat pada sampel darah yang disentrifugasi karena jumlahnya sangat sedikit. Sama seperti leukosit dan eritrosit, keping darah atau trombosit dibentuk di dalam sumsum tulang. Trombosit memiliki bentuk tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kecil dari eritrosit dan leukosit, dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.