Sistem Regulasi (Sistem Saraf & Sistem Endokrin)

98

Ini merupakan ringkasan materi biologi SMA untuk bab sistem regulasi yang mencakup sistem saraf dan sistem endokrin.

Sistem Regulasi – Sistem Saraf

Konsep penting pada bagian ini adalah:

Aksi reaksinya bersifat cepat.

Untuk pengaturan dan kebutuhan yang cepat atau segera, contohnya denyut jantung dan kontraksi otot.

Neuron (serabut saraf), sekresi neurotransmiter, dan komunikasi antar neuron melaluisinapsis.

Jalannya impuls:

Impuls -> bagian dalam membran sel saraf bermuatan negatif (-), sedangkan bagian luar bermuatan positif (+) (potensial istirahat) -> membran sel saraf terpolarisasi -> impuls -> akson -> bagian dalam menjadi (+) dan bagian luar (-) -> potensial aksi -> membran sel saraf mengalami depolarisasi -> kembali terpolarisasi (repolarisasi).

Berdasarkan posisi dan fungsinya, sistem saraf dikelompokkan menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Sistem Saraf Pusat

Bagian ini mencakup otak dan sumsum.

Otak

Terbagi menjadi empat bagian, yaitu otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak depan (diensefalon), otak kecil (serebelum).

Otak Besar

Serebelum terdiri atas dua belahan (hemisfer).

Setiap hemisfer terdiri atas empat lobus, yaitu:

  • Bagian depan (lobus frontalis) sebagai pengendali gerakan otot rangka.
  • Bagian belakang (lobus oksipitalis) sebagai pusat penglihatan.
  • Bagian samping bawah (lobus temporalis) sebagai pusat pendengar dan pembau.
  • Bagian samping atas (lobus parietalis) sebagai pusat sentuhan, perubahan, perasa, tekanan, dan rasa sakit.
Otak Tengah

Bagian terbesar otak tengah adalah lobus optikus yang berhubungan dengan gerak refleks mata.

Pada dasar otak tengah terdapat kumpulan badan sel saraf (ganglion) yang berfungsi untuk mengontrol gerakan, kedudukan tubuh, dan kesadaran.

Otak depan

Otak depan terdiri atas talamus dan hipotalamus. Pada sistem saraf, talamus berfungsi sebagai pusat interpretasi impuls sensoris, seperti rasa sakit, suhu, cahaya, sentuhan, dan tekanan.

Otak kecil

Otak kecil merupakan pusat keseimbangan gerak, koordinasi gerakan otot, serta posisi tubuh. Tepat di bagian bawah serebelum terdapat jembatan varol yang berfungsi menghubungkan otak besar dan otak kecil.

Sumsum

Bagian ini mencakup sumsum lanjutan dan sumsum tulang belakang.

Sumsum lanjutan

Sumsum lanjutan disebut juga batang otak.

Berfungsi mengatur denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, gerak menelan, bersin, bersendawa, batuk, muntah, dan pusat pernapasan.

Sumsum tulang belakang

Sumsum tulang belakang merupakan lanjutan dari medula oblongata.

Sebagai penghubung impuls dari dan ke otak, serta memberi kemungkinan terjadinya gerak refleks.

Sistem Saraf Tepi

Sistem ini mengatur penghantaran impuls dari dan ke sistem saraf pusat.

Sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua, yaitu: (a) sistem saraf aferen, yaitu sistem saraf yang membawa impuls dari reseptor menuju saraf pusat, (b) sistem saraf eferen, yaitu sistem saraf yang membaw impuls dari saraf pusat ke efektor.

Sistem saraf kraniospinal

Sistem saraf kraniospinal terdiri atas 12 pasang saraf yang keluar dari otak dan 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.

Sistem saraf otonom

Sistem saraf otonom merupakan sistem saraf yang mengendalikan aktivitas tubuh yang tidak disadari, seperti denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi enzim.

Sistem saraf otonom merupakan saraf motorik dan terdiri atas sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis.

Kerja saraf otonom dipengaruhi oleh hipotalamus. Bagian depan dan tengah hipotalamus mengendalikan saraf parasimpatis, sedangkan bagian belakang dan sampingnya mengendalikan saraf simpatis.

Bagian berikutnya dari sistem regulasi adalah sistem endokrin.

Sistem Endokrin

Kelenjar endokrin menghasilkan hormon yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan, perilaku, reproduksi, keseimbangan, dan metabolisme. Gambar di bawah menunjukkan satu contoh bagaimana sistem regulasi, dalam hal ini sistem endokrin, bekerja.

Contoh Sistem regulasi - sistem endokrin
Glukosa darah diatur oleh umpan balik negatif antara insulin dan glukagon, dua hormon yang berlawanan yang dibuat oleh sistem endokrin.

Hormon masuk ke dalam sistem peredaran darah menuju dan memengaruhi kerja organ yang berada jauh dari kelenjar endokrin.

Jumlah hormon yang diperlukan untuk memengaruhi organ sasaran sangat sedikit dan reaksinya lama.

Berdasarkan macam dan lokasi kerjanya, ada beberapa kelenjar endokrin, seperti hipofisis, tiroid, paratiroid, pankreas, adrenal, ovarium, testis, kelenjar pineal, timus, dan lain-lain.

Gangguan Pada Sistem Regulasi

Beberapa contoh gangguan pada sistem regulasi:

Penyakit Parkinson

Parkinson biasanya menyerang orang yang berusia 40 tahun ke atas. Penyakit ini disebabkan oleh berkurangnya neurotransmitter dopamin pada basal ganglia. Gejala penyakit ini adalah gemetar pada tangan dan kaku otot sehingga sulit bergerak.

Epilepsi

Epilepsi disebabkan oleh beberapa hal, antara lain karena terdapatnya jaringan parut pada otak, tumor, gangguan metabolisme, dan lain-lain. Penyakit ini ditandai dengan kejang-kejang dan hilang kesadaran.

Stroke

Stroke dapat dipicu oleh tekanan darah tinggi (hipertensi). Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak sehingga akan mengganggu fungsi otak.

Gejala stroke antara lain pusing-pusing, apabila sudah parah diikuti dengan gejala lain, seperti sulit berbicara, tidak dapat melihat, lumpuh, bahkan mati separuh.

Neuritis

Neuritis merupakan penyakit radang saraf yang disebabkan oleh benturan fisik, misalnya pukulan dan patah tulang. Ada juga yang disebabkan oleh defisiensi vitamin, antara lain vitamin B1, B6, dan B12.

Gejala neuritis antara lain kesemutan dan terasa sakit.

Catatan: Ringkasan ini diambil dari “Buku Saku Biologi SMA” yang ditulis oleh Kusnadi, Soni Muhsinin, dan Yayan Sanjaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.